RSAM Bukittinggi: Tidak ditemukan bukti pasien meninggal bunuh diri

RSAM Bukittinggi: Tidak ditemukan bukti pasien meninggal bunuh diri

  • Kamis, 25 September 2025 16:05 WIB
  • waktu baca 2 menit
RSAM Bukittinggi: Tidak ditemukan bukti pasien meninggal bunuh diri
Gedung Ambun Suri Cindua Mato Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Dirut RSAM memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya pasien yang meninggal karena bunuh diri. ANTARA/Al Fatah.

Bukittinggi (ANTARA) – Rumah Sakit Acmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tidak menemukan bukti pasien meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Kami tidak menemukan bukti kuat pasien laki-laki inisial A (64) melompat dari lantai dua setinggi tiga meter. Namun dipastikan tidak mengalami cedera apapun” kata Direktur RSAM Bukittinggi, Busril, Kamis.

Menurutnya, pasien sempat kembali dirawat dan dipasangi infus, namun dinyatakan meninggal setelah mengalami sesak nafas.

“Pasien juga tidak alami cedera atau memar apalagi patah. Kondisinya memang kanker paru stadium tiga,” kata Busril.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan kelalaian dari petugas RSAM, Busril menegaskan akan melakukan evaluasi setelah mengumpulkan bukti kamera pengintai atau CCTV.

“Mungkin memang CCTV masih belum maksimal di area tersudut di Gedung Ambun Suri. Akan kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi,” kata Busril.

Busril juga memastikan pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian pasien.

“Bahkan pihak keluarga meminta maaf kepada kami. Pasien telah dibawa untuk diselenggarakan pemakamannya di daerah Batusangkar,” katanya.

Sebelumnya, beredar informasi pasien RSAM meninggal dunia usai diduga melakukan aksi nekat dengan melompat dari lantai 2 Gedung Ambun Suri rumah sakit setempat pada Rabu (24/9).

Saat ditelusuri tidak ada satupun saksi mata yang melihat kejadian. Pihak keluarga juga tidak berhasil ditemui.

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Ibu Mertua hingga Tewas

    Jakarta – Seorang pria di Kebumen, Jawa Tengah, inisial SP (28) tega menganiaya istri EP (33) dan ibu mertuanya PA (52) menggunakan besi ulir hingga tewas. Pelaku dan korban sempat…

    Mengapa upaya perdamaian gagal mengakhiri konflik di Sudan?

    PBB mengatakan penggunaan drone membuat konflik menjadi lebih berbahaya. Terpecah karena pertempuran, putusnya asa akan perdamaian. Konflik selama tiga tahun di Sudan telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *