Trump: Negara Palestina hadiah yang terlalu besar bagi Hamas

Trump: Negara Palestina hadiah yang terlalu besar bagi Hamas

  • Rabu, 24 September 2025 04:49 WIB
  • waktu baca 2 menit
Trump: Negara Palestina hadiah yang terlalu besar bagi Hamas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara pada sesi ke-80 Debat Umum SMU PBB di Markas Besar Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). (ANTARA/Kuntum Riswan.)

New York (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut peningkatan pengakuan terhadap negara Palestina melalui solusi dua negara di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB sebagai hadiah yang terlalu besar bagi Hamas.

Berbicara pada sesi ke-80 Debat Umum SMU PBB di Markas Besar Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa, Trump mengklaim bahwa Hamas telah melakukan tindakan keji karena melakukan serangan pada 7 Okteober 2023 dan menolak gencatan senjata.

“Itu akan menjadi hadiah yang terlalu besar bagi Hamas atas kekejaman mereka. Ini akan menjadi hadiah atas tindakan keji mereka, termasuk pada 7 Oktober, bahkan ketika mereka masih menolak untuk membebaskan para sandera atau menerima gencatan senjata,” kata Trump.

Trump menuturkan bahwa dirinya sangat terlibat dalam upaya mencari gencatan senjata di Gaza, dan menekankan kepada para negara-negara anggota PBB untuk menyelesaikannya segera.

Namun, Trump menyebut Hamas telah berulang kali menolak tawaran yang masuk akal untuk mencapai perdamaian dan menuduh Hamas seolah ingin mendorong konflik terus berlanjut.

Alih-alih mendukung solusi dua negara sebagai jawaban demi terwujudnya perdamaian do Gaza, dirinya menekankan pentingnya untuk mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera.

“Namun daripada menyerah pada tuntutan tebusan dari Hamas, mereka yang menginginkan perdamaian seharusnya bersatu dalam satu pesan: Bebaskan para sandera sekarang—cukup bebaskan para sandera,” ucap Trump.

Pernyataan Trump di sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB itu, dilatarbelakangi oleh diadopsinya sebuah draf resolusi yang mengesahkan Deklarasi New York (New York Declaration) tentang Penyelesaian Damai Isu Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara pada Jumat (12/9).

Resolusi tersebut diloloskan setelah memperoleh 142 suara setuju, 10 tidak setuju, dan 12 abstain.

Draf resolusi itu diperkenalkan oleh Prancis dan Arab Saudi, selaku dua ketua bersama konferensi tersebut, bersama dengan para ketua bersama kelompok-kelompok kerjanya.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Silmy Karim Tersangka KPK, Yusril Tegaskan Arahan Presiden Tak Pandang Bulu

    Jakarta – Menko bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra buka suara atas kasus dugaan korupsi yang menjerat Wamen Imipas Silmy Karim. Yusril…

    Andre Rosiade: IKM Laporkan Abu Janda di Seluruh Polda-Polres, Sebagai Bentuk Ketaatan Hukum

    Jakarta – Jajaran pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) di sejumlah daerah ramai-ramai melaporkan Permadi Arya atau Abu Janda ke polisi atas dugaan menghina suku Minang. Ketua Umum IKM, Andre Rosiade,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *