Simak kembali warta tentang Festival Pacu Jalur, bahaya vape

Simak kembali warta tentang Festival Pacu Jalur, bahaya vape

  • Jumat, 22 Agustus 2025 06:54 WIB
  • waktu baca 2 menit
Simak kembali warta tentang Festival Pacu Jalur, bahaya vape
Peserta beradu kecepatan pada babak penyisian Festival Pacu Jalur 2025 di Sungai Kuantan, Kabupaten Singingi, Riau (21/8/2025). (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA) – Kanal gaya hidup, hiburan, teknologi, dan otomotif ANTARA pada Kamis (21/8) antara lain menyiarkan warta tentang film “Siapa Dia”, bahaya vape bagi kesehatan, Festival Pacu Jalur, pelatihan talenta digital, serta langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pengendara saat gempa.

Berikut rangkuman dan tautan berita-berita kemarin yang bisa disimak kembali pagi ini.

“Film Siapa Dia” tiga tahun tunggu jadwal tayang

Film musikal “Siapa Dia” karya Garin Nugroho harus antre selama tiga tahun untuk menunggu jadwal penayangan. Para pemerannya senang akhirnya film itu bisa diputar di bioskop Indonesia.

Kandungan Etomidate dalam vape berdampak buruk pada kesehatan

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menyampaikan bahwa kandungan Etomidate dalam cairan vape berdampak buruk pada kesehatan penggunanya. Menurut dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP, FIHA, ada zat adiktif dalam Etomidate yang dapat membuat penggunanya merasa seperti kehilangan kesadaran.

Menteri Pariwisata sebut Pacu Jalur sebagai sarana pencitraan pariwisata

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut Festival Pacu Jalur di Riau sebagai salah satu sarana pencitraan layanan pariwisata Indonesia sekaligus alat diplomasi budaya.

Kemkomdigi gaet Universitas Brawijaya untuk cetak talenta AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam pelaksanaan Program AI Talent Factory untuk mencetak talenta digital di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Langkah-langkah yang disarankan dijalankan pengendara ketika gempa

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyarankan para pengendara tetap berada di dalam mobil ketika terjadi gempa bumi dalam kondisi macet. “Yang aman tetap di dalam mobil, pastikan netralkan gear dan tarik parking brake untuk menghindari kendaraan bergerak liar,” katanya.

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *