Palestina apresiasi Mesir dan Yordania atas upaya bantu Gaza

Palestina apresiasi Mesir dan Yordania atas upaya bantu Gaza

  • Jumat, 8 Agustus 2025 20:56 WIB
  • waktu baca 2 menit
Palestina apresiasi Mesir dan Yordania atas upaya bantu Gaza
Sejumlah warga Palestina berdiri di dekat reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di wilayah Sheikh Radwan, barat laut Kota Gaza, Rabu (6/8/2025). Serangan udara tersebut menewaskan sebanyak 27 warga Palestina, sementara 20 orang lainnya tewas dalam truk makanan yang terbalik di Jalur Gaza. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menegaskan bahwa Mesir dan Yordania telah dan terus menjadi pintu gerbang bagi semua upaya kemanusiaan komunitas internasional selama perang.

“Kedua negara tetap berkomitmen pada tanggung jawab nasional mereka terhadap saudara-saudari mereka di negara Palestina yang diduduki,” menurut siaran pers Kedubes Palestina di Jakarta, Jumat.

Kedubes Palestina mengatakan bahwa kedua negara telah berupaya keras untuk membuka blokade yang diberlakukan di Gaza dan telah menyediakan segala cara yang ada untuk mengurangi dampak pengepungan dan perang yang sedang berlangsung di Gaza.

“Israel memikul tanggung jawab penuh atas blokade yang diberlakukan terhadap rakyat kami di Gaza, penutupan tempat penyeberangan perbatasan, dan pemblokiran bantuan kemanusiaan untuk menjangkau rakyat Palestina yang dikepung di dalam Jalur Gaza,” tambah Kedubes.

Kedubes Palestina menggarisbawahi bahwa semua kekerasan yang terjadi di Gaza dilakukan oleh Israel yang secara jelas melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Kedubes Palestina pun menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada semua negara Arab dan semua negara di seluruh dunia atas sikap mereka dalam menolak pendudukan dan kebijakannya serta atas dukungan dan solidaritas mereka terhadap perjuangan Palestina yang adil.

Pada Juni 2025, ribuan aktivis kemanusiaan dari puluhan negara, peserta aksi damai “Global March to Gaza”, dicegah oleh Mesir sehingga mereka tidak bisa menuju ke perbatasan Rafah.

Diketahui ada 10 aktivis asal Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam “Global March to Gaza.”

Peserta aksi damai tersebut bertujuan menerobos blokade penjagaan Israel di perbatasan Rafah agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza, Palestina.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa setiap kunjungan ke perbatasan Rafah harus dikoordinasikan dulu dengan Kedutaan Besar Mesir di masing-masing negara karena mereka khawatir terhadap situasi keamanan di Semenanjung Sinai.

Baca juga: Negara-negara Islam didesak ambil tindakan hentikan genosida di Gaza

Baca juga: Palestina sebut rencana perang baru Israel musnahkan rakyatnya

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Trump meremehkan perbedaan AS-Iran saat ia menuju ke Beijing untuk bertemu dengan Xi

    Donald Trump memberikan pesan-pesan yang berbeda mengenai pentingnya perang Iran dalam pembicaraan mendatang, dengan tekanan pemerintahnya pada perdagangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke…

    Pengadilan AS menghentikan sementara keputusan yang memblokir tarif global Trump sebesar 10 persen

    Koalisi 24 negara berpendapat bahwa tarif terbaru Trump tidak memenuhi standar Undang-Undang Perdagangan tahun 1974. Pengadilan banding federal di Amerika Serikat untuk sementara waktu menghentikan sementara keputusan pengadilan tingkat rendah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *