Menteri Arifah dorong pemenuhan hak pendidikan anak di pesantren

Menteri Arifah dorong pemenuhan hak pendidikan anak di pesantren

  • Senin, 21 Juli 2025 11:22 WIB
  • waktu baca 2 menit
Menteri Arifah dorong pemenuhan hak pendidikan anak di pesantren
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berbincang dengan salah satu santriwati Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Pandeglang, Banten. ANTARA/HO-KemenPPPA

Pesantren harus dapat menjadi tempat pendidikan yang membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong pemenuhan hak pendidikan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren.

“Pesantren harus berperan aktif menyediakan layanan pengasuhan alternatif yang baik dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya saat melaksanakan kegiatan Jelajah Sapa (Sahabat Perempuan dan Anak) di Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Pandeglang, Banten, dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.

Arifah Fauzi mengatakan Yayasan Hidayatul Mubtadiin dapat menjadi contoh baik pemenuhan hak pendidikan anak, disertai dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak dan mencegah kekerasan.

“Pesantren harus dapat menjadi tempat pendidikan yang membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia mengatakan Jelajah Sapa di Pandeglang dapat terwujud berkat sinergi dan kolaborasi antara KemenPPPA, Badan Zakat Nasional, serta pemerintah daerah yang diwujudkan antara lain dalam bentuk pemberian bantuan paket peralatan sekolah.

“Kami menyadari betapa pentingnya institusi pendidikan dalam membentuk karakter anak. Oleh karenanya pada Hari Anak Nasional tahun 2025, KemenPPPA berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami mendorong Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menerbitkan surat edaran yang mengajak seluruh sekolah, madrasah, dan pesantren serentak menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional,” katanya.

Institusi pendidikan diharapkan bisa melaksanakan kegiatan perayaan Hari Anak Nasional yang positif bagi anak, mulai dari senam, permainan tradisional, dan menyanyikan lagu daerah serta nasional, guna memperkaya pengalaman belajar anak.

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2025 dilakukan secara desentralistik di berbagai tempat di Indonesia.

Bantuan yang diberikan kepada Yayasan Hidayatul Mubtadiin diantaranya buku cerita, boardgame, gitar, rak sepatu, krayon, dan susu.

Baca juga: KemenPPPA ajak 400 anak nonton bareng Film Jumbo peringati HAN 2025

Baca juga: Menteri Arifah kagumi kreativitas anak-anak LPKA Kelas I Tangerang

Baca juga: Menteri PPPA sebut anak-anak di Bantar Gebang hebat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pakistan membuka jalur perdagangan darat ke Iran di tengah blokade Hormuz

    Islamabad, Pakistan – Pakistan telah membuka enam rute transit darat untuk barang-barang tujuan Iran, meresmikan koridor jalan melalui wilayahnya ketika ribuan kontainer masih terdampar di pelabuhan Karachi karena blokade Amerika…

    Prabowo Akan Resmikan 21 RSUD yang

    PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 21 rumah sakit umum daerah atau RSUD yang “naik kelas” alias kualitasnya ditingkatkan pada Mei mendatang. Pemerintah meningkatkan tipe 21 rumah sakit itu dari tipe…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *