IHSG berpeluang menguat didorong sentimen BI Rate dan tarif AS

IHSG berpeluang menguat didorong sentimen BI Rate dan tarif AS

  • Kamis, 17 Juli 2025 07:19 WIB
  • waktu baca 2 menit
IHSG berpeluang menguat didorong sentimen BI Rate dan tarif AS
Arsip foto – Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). (ANTARA FOTO/Erlangga Brega.)

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, didorong oleh sentimen positif dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Rabu (16/7), IHSG ditutup menguat ke level 7.192,02 atau naik 0,72 persen.

Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan tersebut juga dipengaruhi oleh dua katalis utama, yakni keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 5,25 persen, serta penurunan tarif resiprokal antara Indonesia dan AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

“Kedua sentimen tersebut menjadi faktor yang mendorong penguatan indeks pada Rabu (16/7),” katanya.

Secara teknikal, Ratna mengatakan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan pelebaran positive slope, mengindikasikan tren penguatan IHSG masih berlanjut.

Menurut dia, selama indeks mampu bertahan di atas dukungan psikologis 7.150, ada peluang untuk menguji level resistance di kisaran 7.200 hingga 7.250.

Meski demikian, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai aksi ambil untung (profit taking), mengingat indikator Stochastic RSI telah memasuki area jenuh beli (overbought).

Jika IHSG gagal menembus 7.200, tekanan jual jangka pendek bisa saja muncul.

Sementara dari sisi global, investor menantikan rilis data ekonomi penting, termasuk tingkat pengangguran di Inggris, inflasi di Eropa, dan penjualan ritel di AS. Ketiga indikator tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Dari analisa hariannya, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham emiten yang diperkirakan menguat antara lain JPFA, BIRD, SMGR, SMBR, dan TOBA.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Panas! PSI Balas PDIP: Sakit Hati Ditinggal Jokowi Sangat Mendalam

    Jakarta – Ketua DPP PSI Bestari Barus menjawab balik Politisi PDIP Guntur Romli yang sempat mengoreksi bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipecat oleh PDIP, bukan keluar. Bestari Barus…

    Pria di Pati Bakar Rumah Ortu Diduga gegara Tak Dikasih Uang

    Jakarta – Pria berinisial MI (27) ditangkap polisi setelah diduga membakar rumah orang tuanya di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pelaku melancarkan aksinya diduga emosi karena tidak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *