Pemprov Banten libatkan Himbara turunkan stunting

Pemprov Banten libatkan Himbara turunkan stunting

  • Selasa, 8 Juli 2025 18:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemprov Banten libatkan Himbara turunkan stunting
Peluncuran program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kemendukbangga bersama BNI di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (8/7/2025). ANTARA/HO-Pemprov Banten

Serang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Banten terus memperluas langkah penurunan prevalensi stunting dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pemprov Banten bersama BNI dan Kemendukbangga melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menyalurkan bantuan makanan tambahan bergizi kepada anak-anak berisiko stunting.

Asisten Daerah Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Pengadaan Setda Provinsi Banten Muhammad Yusuf dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, mengatakan pendekatan kolaboratif atau pentaheliks menjadi kunci keberhasilan program penanganan stunting di Banten.

“Dalam waktu dekat kita juga akan memberikan bantuan kepada anak-anak berisiko stunting,” ujar Yusuf di sela peluncuran program tersebut di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Baca juga: Mendukbangga: Genting telah jangkau 229 ribu anak asuh risiko stunting

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan kolaborasi antarinstansi, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan tidak mengalami gagal tumbuh sejak dini.

Wihaji menyebut program Genting bersama BNI menjadi bukti nyata komitmen Himbara dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia.

“Ada 200 anak berisiko stunting di Kota Tangerang yang menjadi sasaran program ini. Satu minggu sekali mereka akan dibantu dengan tambahan makanan bergizi selama enam bulan ke depan,” ujar dia.

Ia menambahkan, kerja sama dengan dunia usaha juga akan diperluas melalui program Model Bina Generasi (MBG) yang menargetkan ibu hamil dan menyusui sebagai sasaran utama.

“Target kami mencapai 80 juta sasaran. Kita semua ambil peran untuk menciptakan generasi masa depan yang hebat, dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” ujar Wihaji.

Baca juga: Wamendukbangga beri bantuan intervensi percepatan penurunan stunting

Program ini diharapkan mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional dengan memastikan intervensi gizi tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Diduga Depresi karena Utang, Lansia di Bali Ditemukan Tewas Gatung Diri

    Jakarta – Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti…

    Qatar mencetak gol telat melawan Swiss untuk mengamankan titik Piala Dunia pertama yang bersejarah

    Pemegang Piala Asia Qatar menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu untuk bermain imbang 1-1 dengan Swiss di laga pembuka Piala Dunia 2026. Boualem Khoukhi mencetak gol penyama melalui sundulan di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *