Korban tewas akibat gedung ambruk di Karachi meningkat jadi 27

Korban tewas akibat gedung ambruk di Karachi meningkat jadi 27

  • Minggu, 6 Juli 2025 16:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
Korban tewas akibat gedung ambruk di Karachi meningkat jadi 27
Ilustrasi-gedung ambruk (Istimewa) (Istimewa/)

Karachi (ANTARA) – Jumlah korban tewas akibat ambruknya bangunan rapuh di kota pelabuhan Karachi, Pakistan bagian selatan, meningkat menjadi 27 orang saat tim penyelamat mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung selama berhari-hari, kata beberapa pejabat pada Minggu.

Puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan setelah bangunan lima lantai runtuh di Kota Lyari, lingkungan kumuh yang berada di Laut Arab, pada Jumat.

Tim penyelamat menemukan satu jenazah lagi dari reruntuhan pada Minggu, sehingga jumlah korban tewas menjadi 27 orang, sementara dua orang yang luka-luka, satu di antaranya kritis, dirawat di rumah sakit, kata dokter bedah polisi Karachi Dr. Summaiya Syed, kepada Anadolu.

Lebih dari selusin orang juga mengalami luka ringan dalam kecelakaan itu.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengakhiri operasi pencarian sementara puing-puing sedang dibersihkan.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa gedung yang awalnya memiliki tiga lantai itu dinyatakan tidak layak huni pada 2022.

Alih-alih dikosongkan, pemiliknya justru membangun dua lantai tambahan dengan dugaan bersekongkol dengan otoritas pengawas bangunan.

Karachi, yang merupakan ibu kota komersial berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa, dipadati dengan ratusan bangunan rapuh karena terlalu tua dan kelalaian cukup kronis dalam hal keamanan bangunan.

Bangunan ambruk bukanlah hal aneh di kota metropolitan yang menyumbang 90 persen perdagangan internasional negara itu.

Pada Maret 2020, sebuah bangunan rapuh ambruk di daerah Golimar, Karachi, sehingga menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *