Ekspor mobil Hyundai dari pabrik AS merosot tajam

Jakarta (ANTARA) – Ekspor kendaraan Hyundai Motor Co. dari pabriknya di Amerika Serikat merosot tajam bulan lalu, menurut data industri yang dirilis pada Minggu (22/6), seiring percepatan strategi penyesuaian produksi perusahaan dalam menghadapi meningkatnya ketegangan tarif.

Hyundai Motor Manufacturing Alabama (HMMA), unit produksi Hyundai di Amerika Serikat, hanya mengekspor 14 unit kendaraan pada Juni, turun drastis dibandingkan 1.303 unit pada bulan yang sama tahun lalu dan 2.386 unit pada Mei, berdasarkan data yang tersedia.

Angka ini menjadi yang terendah sejak April 2020, ketika pandemi COVID-19 mulai mengganggu aktivitas produksi dan distribusi global. Sepanjang tahun lalu, HMMA mengekspor total 22.600 kendaraan.

Baca juga: Hyundai Motor luncurkan SUV Hidrogen Nexo yang diperbarui

Orang dalam industri mengaitkan penurunan tajam ini dengan strategi penyesuaian produksi Hyundai yang bertujuan mengurangi dampak dari kebijakan tarif Amerika Serikat, yang memberlakukan bea masuk sebesar 25 persen terhadap kendaraan impor.

Hyundai Motor, yang mengekspor sekitar 637.000 kendaraan ke Amerika Serikat pada 2023, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan distribusi kendaraan produksi AS ke pasar domestik, alih-alih diekspor ke luar negeri.

Untuk mengurangi paparan tarif, perusahaan sebelumnya telah mengumumkan rencana peningkatan kapasitas produksi di Amerika Serikat, melalui ekspansi pabrik di Alabama dan Georgia guna memenuhi permintaan lokal.

Di saat yang sama, Hyundai juga akan mengurangi produksi model tujuan AS dari pabrik Kia Corp. di Meksiko.

“Untuk meminimalkan dampak tarif AS, kami telah mengambil langkah memindahkan produksi Tucson dari Meksiko ke HMMA, serta mengalihkan produksi HMMA yang semula untuk Kanada ke Meksiko,” ujar seorang pejabat Hyundai dalam pemaparan kinerja keuangan pada April lalu.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Hyundai sempat mengirimkan sekitar 2.100 unit Tucson dari Meksiko pada Februari, namun jumlah itu turun menjadi 522 unit pada Maret dan tidak ada pengiriman lagi sejak April. Demikian disiarkan Yonhap, Minggu, waktu setempat.

Baca juga: Hyundai pamerkan robotika dan mobilitas pintar AI di MARS 2025 Expo

Baca juga: Hyundai Palisade Hybrid baru tawarkan efisiensi dan kenyamanan

Baca juga: Hyundai Motor perkenalkan Ioniq 6 N terbaru

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025

  • Related Posts

    100 hari setelah perang melawan Iran, Trump gagal menggalang dukungan AS

    Hari Minggu menandai 100 hari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun seiring dengan berlanjutnya perundingan pertempuran dan gencatan senjata, konflik tersebut tetap tidak populer di kalangan…

    Bisakah Afrika Sub-Sahara mengalahkan tetangganya yang berisik dari utara di Piala Dunia?

    Penampilan Afrika di Piala Dunia mencapai puncaknya di Qatar 2022 ketika Maroko menjadi tim pertama dari benua itu yang mencapai babak semifinal. Bahkan penampilan perempat final mereka patut dicatat –…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *