PM Malaysia imbau Thailand, Kamboja tahan diri atas insiden perbatasan

PM Malaysia imbau Thailand, Kamboja tahan diri atas insiden perbatasan

  • Jumat, 6 Juni 2025 23:49 WIB
  • waktu baca 2 menit
PM Malaysia imbau Thailand, Kamboja tahan diri atas insiden perbatasan
Tangkapan layar saat PM Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi PM Thailand Paetongtarn Shinawatra dan PM Kamboja Hun Manet, dari Malaysia, Jumat (6/6/2025). (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)

Jakarta (ANTARA) – Malaysia selaku Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengimbau Thailand dan Kamboja untuk sama-sama terus menahan diri atas insiden baku tembak yang melibatkan tentara kedua negara tersebut di wilayah perbatasan.

“Malaysia sangat menghargai hubungan baik kedua negara. Terkait hal ini, saya mengimbau Thailand dan Kamboja untuk terus menahan diri,” ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim usai menghubungi PM Thailand Paetongtarn Shinawatra dan PM Kamboja Hun Manet, dari Malaysia, Jumat, sebagaimana keterangan resminya.

Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon itu, PM Anwar menyampaikan penghargaan atas komitmen kedua pemimpin dalam menyelesaikan masalah perbatasan yang sedang berlangsung melalui negosiasi dan jalur diplomatik.

Malaysia sebagai pemegang keketuaan ASEAN menyerukan kedua negara mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan, dan berupaya mencapai penyelesaian situasi ini secara damai dan menyeluruh.

“Sebagai Ketua ASEAN, saya yakin bahwa semangat kerja sama regional dan prinsip penyelesaian damai ASEAN dapat memberikan landasan yang kokoh dalam menyelesaikan setiap perselisihan,” ujar PM Anwar.

Pada 28 Mei, pasukan tentara Thailand dan Kamboja terlibat dalam pertempuran singkat di wilayah Ubon Ratchathani, Thailand dan wilayah Preah Vihear, Kamboja, yang dikabarkan menimbulkan satu korban dari tentara Kamboja.

Kamboja kemudian mengumumkan akan membawa pertikaian itu ke Mahkamah Internasional (ICJ).

Sementara Thailand dilaporkan telah menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan masalah perbatasan dengan Kamboja melalui upaya damai sesuai dengan hukum internasional dan perjanjian serta memorandum terkait.

Baca juga: PM Kamboja akan selesaikan masalah perbatasan dengan Thailand

Baca juga: Tentara Thailand-Kamboja saling tembak di zona perbatasan tak resmi

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Kejagung Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara Aspidum Kejati Sumsel

    Jakarta – Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung ada anggotanya yang tersangkut perkara. Anggota tersebut adalah Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Atang…

    'Paling kuat': Rudal Sarmat apa yang pernah diuji coba oleh Rusia?

    Rusia telah menguji a rudal balistik antarbenua baru sebagai bagian dari upayanya untuk memodernisasi kekuatan nuklirnya, dan Presiden Vladimir Putin memuji peluncuran tersebut hanya beberapa hari setelah menyatakan bahwa pertempuran…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *