Khatib: Idul Adha momentum bebaskan umat dari ketakutan

Khatib: Idul Adha momentum bebaskan umat dari ketakutan

  • Jumat, 6 Juni 2025 08:17 WIB
  • waktu baca 2 menit
Khatib: Idul Adha momentum bebaskan umat dari ketakutan
Khatib Shalat Idul Adha di Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ghufron Mubin menyampaikan ceramah di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Jumat (6/6/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Jakarta (ANTARA) – Khatib Shalat Idul Adha di Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ghufron Mubin menyebut Idul Adha momentum membebaskan umat dari ketakutan dan kekhawatiran.

“Manusia pada hakikatnya dalam menjalani kehidupan akan senantiasa dibayangi oleh kekhawatiran dan ketakutan, untuk itu Allah memilih kita menghadiri Shalat Idul Adha untuk menengadah dan memperbesar keimanan sehingga terbebas dari dua hal itu,” kata dia ditemui setelah Shalat Idul Adha di Jakarta, Jumat.

Ia juga menyebutkan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa telah berfirman bahwa setan setiap saat menjanjikan setiap manusia diliputi kefakiran dan kekhawatiran, namun dengan keimanan yang kuat, siapapun dapat terlepas dari hal tersebut.

“Selama ini, yang kaya khawatir hartanya tidak bertambah dan yang tidak berpunya takut hidup dalam kesusahan, padahal Allah SWT menjanjikan kepada kita ampunan dan anugerah yang besar, ketika hati kita penuh dengan keimanan Allah SWT,” ujar dia.

Baca juga: Ratusan umat padati Pusat Dakwah Muhammadiyah untuk Shalat Idul Adha

Ia menekankan bahwa Idul Adha yang juga menjadi puncak wukuf haji di Arafah, melatih kecerdasan sosial bagi umat, karena keutamaan berbagi dengan sesama, bernilai pahala yang sama besar dengan haji.

“Kecerdasan spiritual tidak akan terasah jika tidak diimbangi dengan kecerdasan sosial. Ada orang yang tidak melaksanakan ibadah haji, tetapi Allah memberikan pahala yang besar karena dia mengutamakan berbagi kepada saudara sesamanya,” katanya.

PBNU bersama NU Online Super App, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) juga menghadirkan layanan kurban praktis dan ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

Pembagian daging kurban yang sebelumnya menggunakan plastik diganti dengan besek dan daun pisang. Hal tersebut selain sebagai wujud cinta lingkungan, juga dapat berdampak positif pada kesehatan masyarakat, karena daging tidak terkontaminasi zat-zat berbahaya dari plastik.

Selain itu, sampah dari besek dan daun pisang juga dapat lebih mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan.

Baca juga: Anies Baswedan hadiri shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar

Baca juga: Puluhan ribu umat Palembang Shalat Idul Adha di Jembatan Ampera

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *