Pemprov Papeg harap kunjungan DPR-Wamendagri percepat pembangunan KIPP

Pemprov Papeg harap kunjungan DPR-Wamendagri percepat pembangunan KIPP

  • Jumat, 16 Mei 2025 23:56 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemprov Papeg harap kunjungan DPR-Wamendagri percepat pembangunan KIPP
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo didampingi Ketua DPRP Pegunungan Yos Elopere, Ketua MRP Pegunungan Agus N Huby dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah atau Forkopimda setempat saat menyambut kedatangan rombongan Komisi II DPR RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Ribka Haluk di Bandara Wamena, Papu Pegunungan, Jumat (16/5/2025). ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Pegunungan

Wamena (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) mengharapkan kunjungan rombongan Komisi II DPR RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk di Papua Pegunungan, dapat mempercepat pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Wamena, Jumat, mengatakan kunjungan rombongan Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Bahtra Banong dan Wamendagri Ribka Haluk menjadi satu loncatan besar dalam persiapan pembangunan KIPP Papua Pegunungan.

“Kami berharap dengan kunjungan rombongan komisi II DPR RI yang dipimpin saudara Bahtra Banong dan ibu Ribka Haluk akan mempercepat pembangunan KIPP untuk memperlancar proses pelayanan kepada masyarakat delapan kabupaten,” kata Gubernur Tabo.

Baca juga: Kemendagri apresiasi progres pembangunan KPP Papua Selatan

Tim Komisi II DPR RI dan Wamendagri mengunjungi Provinsi Papua Pegunungan untuk melihat sejauh mana persiapan lokasi KIPP yang akan dibangun kantor gubernur, Majelis Rakyat Papua (MRP) Pegunungan dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Pegunungan.

Menurut Gubernur Tabo, lokasi pembangunan KIPP Papua Pegunungan berlokasi di kebun biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Gunung Susu, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.

“Lokasi yang akan dibangun kawasan induk pusat pemerintahan Papua Pegunungan itu luasan lahan 122,5 hektare. Lokasi ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya yang telah dihibahkan melalui proses penyerahan aset beberapa waktu lalu kepada Pemprov Papua Pegunungan,” ujarnya.

Baca juga: Kemendagri: Kunjungan DPR di Papua Selatan bentuk serius tinjau DOB

Dia menjelaskan pembangunan KIPP Papua Pegunungan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Anggaran sudah ada, tetapi sementara masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI karena lokasi masih belum ada. Tetapi dengan kami mempercepat penentuan lokasi maka anggaran pembangunan itu akan dibuka, setelah rekomendasi dari kunjungan Komisi II DPR RI dan ibu Wamendagri,” katanya.

Dia mengharapkan masyarakat Jayawijaya khususnya di lokasi pembangunan dapat mendukung semua proses pembangunan KIPP Papua Pegunungan, sehingga daerah tersebut menjadi pusat pemerintahan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Dashcam menunjukkan polisi AS secara tidak sengaja menembak rekannya saat 'bermain kuda'

    Umpan Berita Rekaman Dashcam menampilkan seorang petugas polisi AS secara tidak sengaja menembak seorang rekannya dalam apa yang digambarkan sebagai ‘permainan kuda’ dengan senjata api. Peristiwa yang menyebabkan seorang petugas…

    Ribuan orang berunjuk rasa di Roma, Italia untuk melakukan pemaksaan pro dan anti-migrasi

    Ribuan polisi dikerahkan untuk membubarkan demonstrasi seiring inisiatif ‘remigrasi’ sayap kanan mendapatkan daya tarik. Puluhan ribu orang turun ke jalan di ibu kota Italia untuk melakukan intensifikasi mengenai kebijakan migrasi,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *