AS dikabarkan akan batasi pengunjung asing dari 43 negara

AS dikabarkan akan batasi pengunjung asing dari 43 negara

  • Minggu, 16 Maret 2025 10:31 WIB
  • waktu baca 2 menit
AS dikabarkan akan batasi pengunjung asing dari 43 negara
Arsip – Sebuah pesawat penumpang milik Syrian Air siap lepas landas dari Bandara Internasional Damaskus di Suriah. (Anadolu/as)

Moskow (ANTARA) – Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk membatasi pengunjung asing dari 43 negara, termasuk Rusia, menurut laporan New York Times (NYT) yang mengutip sejumlah sumber.

Harian itu sebelumnya mewartakan bahwa AS sedang mempersiapkan larangan perjalanan baru yang mencakup lebih banyak negara dari yang diteken Presiden Donald Trump selama masa jabatannya yang pertama.

Sebelas negara akan masuk “daftar merah” sehingga pelancong dari negara-negara itu dilarang menginjakkan kaki di AS, lansir NYT yang mengutip sumber-sumber anonim pada Jumat malam.

Ke-11 negara itu adalah Afghanistan, Bhutan, Kuba, Iran, Libya, Korea Utara, Somalia, Sudan, Suriah, Venezuela, dan Yaman.

Sepuluh negara lainnya Belarus, Eritrea, Haiti, Laos, Myanmar, Pakistan, Rusia, Sierra Leone, Sudan Selatan, dan Turkmenistan akan masuk ke dalam “daftar jingga”.

Visa bagi warga di 10 negara itu hanya akan diberikan untuk kunjungan bisnis, bukan imigran atau wisatawan. Durasi kunjungan mereka di AS pun dibatasi dan pemohon harus hadir dalam wawancara langsung saat pengajuan visa.

Namun, alasan pemerintah AS memberlakukan larangan penuh atau sebagian terhadap pelancong dari negara-negara itu masih belum jelas, sebut NYT.

Belum terang pula apakah pemegang visa atau izin tinggal permanen (“kartu hijau”) dari pemerintah AS akan terdampak.

Daftar terakhir dalam rencana AS itu adalah “daftar kuning” yang berisikan 22 negara, termasuk Kamboja dan banyak negara di Afrika.

Negara-negara itu akan diberi waktu 60 hari untuk menyelesaikan sejumlah isu seperti tidak berbagi informasi dengan AS tentang pelancong yang akan berkunjung, penerbitan paspor yang dinilai tidak aman, atau menjual kewarganegaraan kepada individu dari negara-negara yang dilarang oleh AS.

NYT melaporkan rencana itu disusun beberapa pekan lalu dan telah diserahkan ke Gedung Putih untuk disesuaikan. Daftar negara terdampak sedang dikaji oleh Departemen Luar Negeri AS dan instansi-instansi terkait.

Di masa jabatannya yang pertama pada 2017, Trump mengeluarkan larangan berkunjung bagi pelancong dari negara-negara Muslim dan negara-negara berpenghasilan rendah, terutama di Afrika.

Larangan itu kemudian dicabut oleh pemerintah Joe Biden pada 2021.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Pasukan AS serang sejumlah fasilitas di Yaman tengah
Baca juga: Fasilitas kelompok Houthi di Yaman dilaporkan diserang rudal

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Dubes Faisal Pastikan Kondisi Saudi Aman, Jadwal Haji 2026 Sesuai Rencana

    Jakarta – Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk RI Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan kondisi negaranya aman di tengah memanasnya kondisi Timur Tengah. Faisal memastikan jadwal ibadah haji akan sesuai…

    Jembatan di Rumpin Bogor Ambruk, Warga Bantaran Sungai Diimbau Waspada

    Jakarta – Hujan deras yang terjadi sejak kemarin membuat debet air sungai di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, meningkat. Akibatnya, jembatan penghubung desa ambruk. “Jembatan tersebut ambruk akibat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *