China kecam penambahan perusahaan dalam “daftar hitam” Pentagon

China kecam penambahan perusahaan dalam “daftar hitam” Pentagon

  • Selasa, 7 Januari 2025 23:50 WIB
China kecam penambahan perusahaan dalam
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (7/1/2025). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Beijing (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri China mengecam penambahan perusahaan asal negara tersebut yaitu Tencent dan CATL ke dalam “daftar hitam” Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS).

“China menentang keras praktik AS yang melebih-lebihkan konsep keamanan nasional, membuat daftar diskriminatif dengan berbagai nama, dan mengejar perusahaan-perusahaan China untuk membendung pembangunan berkualitas tinggi di Tiongkok,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (7/1).

Kementerian Pertahanan AS mengumumkan pada Senin (6/1) bahwa Tencent, perusahaan raksasa internet dan hiburan, dan CATL produsen kendaraan mobil listrik, masuk dalam daftar “perusahaan militer China yang beroperasi di AS” yang diidentifikasi memiliki teknologi militer dan komersial.

Daftar hitam yang saat ini sudah mencakup 134 perusahaan sehingga Pentagon tidak dapat membuat kontrak dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut mulai Juni 2026, dan mulai tahun 2027 tidak akan dapat memperoleh barang atau jasa yang menyertakan perusahaan-perusahaan tersebut dalam rantai pasokan mereka.

“Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya, dan mengakhiri sanksi sepihak yang ilegal dan punya dampak hukum jangka panjang terhadap perusahaan-perusahaan China,” tambah Guo Jiakun.

Hak rakyat China, ungkap Gu Jiakun, untuk melakukan pembangunan tidak boleh dirampas atau diabaikan.

“China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China dan menegakkan haknya yang sah untuk pembangunan,” tegas Guo Jiakun.

Pentagon juga mengumumkan perusahaan lain seperti China Overseas Shipping, (COSCO), pembuat “chip” Changxin Memory Technologies dan pembuat pesawat nirawak Autel Robotics.

COSCO adalah perusahaan pelayaran terbesar di China dan salah satu yang terbesar di dunia.

Juru bicara Tencent mengatakan masuknya perusahaan itu ke dalam “daftar hitam” adalah suatu kesalahan karena bukan merupakan perusahaan atau pemasok barang militer.

Sedangkan juru bicara CATL mengatakan bahwa perusahaan tersebut “tidak pernah terlibat dalam bisnis atau aktivitas yang berhubungan dengan militer”.

Pada 2021, perusahaan produk elektronik China “Xiaomi” berhasil menggugat Pentagon agar dihapus dari daftar hitam setelah menyatakan di pengadilan federal bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan dengan militer China.

Namun perang dagang China dan AS masih terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: AS tambah unit perusahaan genetika China ke daftar hitam perdagangan

Baca juga: China jatuhkan sanksi pada 13 perusahaan militer AS

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Gugatan berupaya menghentikan rencana Trump untuk menggelar pertandingan UFC di Gedung Putih

    Gugatan hukum mengklaim presiden AS tidak meminta persetujuan yang tepat untuk acara pertarungan yang diadakan pada ulang tahunnya yang ke-80. Gugatan ini bertujuan untuk menghentikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump…

    Zverev melawan Cobolli untuk meraih gelar Grand Slam perdananya di Prancis Terbuka

    Alexander Zverev akhirnya mengamankan gelar Grand Slam perdananya dengan kemenangan dramatis lima set atas petenis Italia Flavio Cobolli di final Prancis Terbuka pada hari Minggu. Unggulan kedua itu menjadi petenis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *