KBRI Kuala Lumpur: Belum ada laporan WNI terdampak banjir di Malaysia

KBRI Kuala Lumpur: Belum ada laporan WNI terdampak banjir di Malaysia

  • Selasa, 3 Desember 2024 00:14 WIB
KBRI Kuala Lumpur: Belum ada laporan WNI terdampak banjir di Malaysia
Banjir besar terus menjadi ujian bagi pemerintah dan masyarakat di Malaysia serta Thailand, meskipun jumlah warga terdampak mulai berkurang dan permukaan air di beberapa wilayah mulai surut pada Senin (2/12/2024). /ANTARA/Anadolu/py

Kuala Lumpur (ANTARA) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memantau dengan seksama perkembangan bencana alam banjir yang terjadi di wilayah Kelantan dan belum mendapat informasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak bencana tersebut.

KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan diterima di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak setempat dan beberapa WNI yang berada di wilayah tersebut.

KBRI juga telah sampaikan imbauan agar para WNI terus waspada dan melaporkan situasi dan kondisi mereka jika membutuhkan bantuan. Hotline KBRI Kuala Lumpur yang bisa dihubungi yaitu +60 17-668 8032

Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengatakan jumlah WNI yang ada di wilayah pantai timur Semenanjung Malaysia memang tidak terlalu banyak.

“Belum ada laporan, tapi kita selalu memonitor kalau ada laporan-laporan dari masyarakat. Kita tentu akan turun juga, seperti tahun 2022 kan besar ya di Selangor, kita juga banyak memberikan bantuan,” kata Hermono.

Banjir besar melanda kawasan pantai timur Semenanjung Malaysia.

Laporan terkini kejadian bencana di seluruh Malaysia yang dikeluarkan NDCC, NADMA, hingga pukul 00.00 waktu Malaysia (pukul 23.00 WIB) sebanyak 101.240 jiwa terdampak banjir dari 30.187 kepala keluarga.

Baca juga: Jumlah korban tewas akibat banjir besar di Malaysia menjadi 6 orang
Baca juga: Sedikitnya 37.000 orang terdampak banjir di enam negeri di Malaysia

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Yakuza Maneges Segel Ponpes Terkait Dugaan Pelecehan, Klaim Didukung Warga

    Jakarta – Organisasi massa di Jawa Timur (Jatim) bernama Yakuza Maneges menyegel tiga lokasi pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum…

    KPK Panggil Lagi Model yang Diberi Rp 2 M oleh Tersangka CSR Heri Gunawan

    Jakarta – KPK kembali memanggil Fitri Assiddikki (FAS), model yang juga mantan staf ahli salah satu tersangka kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *