Pemkot siapkan pemulihan trauma santri korban Al Khoziny asal Malang

Pemkot siapkan pemulihan trauma santri korban Al Khoziny asal Malang

  • Selasa, 7 Oktober 2025 15:11 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemkot siapkan pemulihan trauma santri korban Al Khoziny asal Malang
Santri menerima layanan kesehatan gratis di posko yang disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. ANTARA/HO-Baznas RI

Namanya Muhammad, usianya 13 tahun. Kami lihat tidak ada bekas untuk luka setibanya di Kota Malang, kondisinya korban baik, komunikasi bagus. Pemeriksaan dasar, seperti tekanan darah bagus

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, memastikan memberikan pelayanan trauma healing kepada salah satu warga daerah setempat yang menjadi korban ambruknya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Donny Sandito di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen dan pemantauan terhadap kondisi psikis korban yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang.

“Dia sudah dipindah di RSUD Kota Malang, untuk trauma healing ada,” kata Donny.

Proses penyembuhan trauma disebutnya penting untuk membantu memulihkan dan menjaga kondisi kesehatan psikis korban, sehingga tidak sampai mengalami dampak jangka panjang dari peristiwa yang dialami.

Baca juga: Basarnas laporkan korban selamat Al Khoziny bertambah jadi 104 orang

Sebelum penyembuhan trauma dilakukan, kata dia, tim yang diterjunkan oleh Dinsos-P3AP2KB terlebih dahulu melakukan asesmen sebagai upaya awal mengetahui kondisi psikis korban.

“Dari sini kalau dibutuhkan pendampingan psikolog kami akan menghadirkan,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan kondisi kesehatan secara fisik korban yang merupakan warga Kecamatan Kedungkandang terpantau baik.

Lebih lanjut, kata dia, sebelum dirawat di RSUD Kota Malang korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: BNPB: 400 lebih personel SAR bekerja siang malam di Ponpes Al Khoziny

“Namanya Muhammad, usianya 13 tahun. Kami lihat tidak ada bekas untuk luka setibanya di Kota Malang, kondisinya korban baik, komunikasi bagus. Pemeriksaan dasar, seperti tekanan darah bagus,” kata Husnul.

Meski kondisi fisik terpantau baik, korban disebutnya perlu mendapatkan pendampingan psikis untuk memastikan kesehatan mentalnya terjaga.

“Kami juga bantu konsultasi ke poli saraf di RSUD Kota Malang,” ucapnya.

Ditanya apakah ada warga Kota Malang lainnya yang menjadi korban peristiwa ambruknya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Husnul menyatakan pihaknya belum menerima informasi tambahan.

“Yang baru terinfokan dan datanya ada baru satu ini,” tuturnya.

Baca juga: RS Bhayangkara terima 62 kantong jenazah korban Al Khoziny

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *