Dapur MBG Polres Rejang Lebong berikan jaminan keamanan pangan

Dapur MBG Polres Rejang Lebong berikan jaminan keamanan pangan

  • Sabtu, 4 Oktober 2025 21:11 WIB
  • waktu baca 2 menit
Dapur MBG Polres Rejang Lebong berikan jaminan keamanan pangan
Personel Dokkes Polres Rejang Lebong, Bengkulu, tengah memeriksa sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Rejang Lebong sebelum didistribusikan. ANTARA/HO-Pribadi

Kalau ada bahan yang tidak layak konsumsi langsung dikembalikan kepada pemasok untuk diganti dengan yang sesuai standar

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) – Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Rejang Lebong, Bengkulu, memberikan jaminan keamanan pangan untuk memastikan makanan yang akan distribusikan kepada pelajar benar-benar layak dan aman dikonsumsi.

“Dapur MBG Polres Rejang Lebong tersebut sejak beroperasi pada Agustus 2025 telah menerapkan keamanan mulai dari tahap awal, kemudian proses pengolahan bahan makanan sudah diawasi ketat hingga penyajian makanan harus sesuai SOP,” kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.

Dia menjelaskan, pada penyiapan bahan baku untuk program MBG di dapur Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut diawasi secara ketat oleh petugas Dokkes Polres Rejang Lebong, dan tidak serta-merta langsung digunakan.

“Kalau ada bahan yang tidak layak konsumsi langsung dikembalikan kepada pemasok untuk diganti dengan yang sesuai standar,” tegasnya.

Baca juga: DKI targetkan semua dapur MBG miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Proses penyiapan MBG sebelum didistribusikan kepada pelajar penerima manfaat, kata dia, pada pukul 06.00 WIB akan terlebih dahulu diperiksa oleh tim Dokkes Polres Rejang Lebong, sampel makanan yang diolah dan siap dikemas diuji dengan security food kit.

Penggunaan alat penguji ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan berbahaya sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi oleh para pelajar.

Brigpol Rike Yusmintarsih petugas Sidokkes Polres Rejang Lebong menyatakan, ada dua pemeriksaan yang dilakukan pihaknya sebelum MBG didistribusikan yakni pemeriksaan organoleptik, yakni penilaian bahan makanan menggunakan panca indera seperti bau, rasa, dan tekstur.

Sedangkan yang kedua ialah pemeriksaan kimia berbahaya dengan menguji kandungan sianida, arsenik, nitrit, formalin hingga boraks.

Baca juga: Bupati Kuningan hentikan sementara operasional dapur MBG di Luragung

“Kalau hasil pemeriksaan negatif maka makanannya bisa langsung didistribusikan. Namun kalau ada yang positif langsung kami laporkan dan dibatalkan pendistribusiannya,” kata Rike.

Pemeriksaan yang dilakukan Dokkes Polres Rejang Lebong itu sendiri, tambah Rike, sesuai arahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna menjamin proses pengawasan berjalan profesional dan sesuai ketentuan.

Baca juga: Guru besar UI: Program MBG langkah besar untuk masa depan bangsa

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *