
Menhut: NTSP upaya lestarikan keanekaragaman hayati di TNWK
- Sabtu, 30 Agustus 2025 21:13 WIB
- waktu baca 3 menit

Bandarlampung (ANTARA) – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Nature Transition Support Programme (NTSP) yang bermitra dengan Pemerintah Inggris menjadi salah satu upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur.
“Nature Transition Support Programme memiliki lingkup untuk memaksimalkan kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam menjaga keanekaragaman hayati,” ujar Raja Juli Antoni di Lampung Timur, Sabtu.
Ia mengatakan pelaksanaan Nature Transition Support Programme tersebut dilakukan di tiga taman nasional, yakni Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur, Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah, dan Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah.
“Dengan program ini selain keanekaragaman hayati di Taman Nasional Way Kambas bisa terjaga, ada satu potensi yang bisa dimaksimalkan dengan kita menjaga taman nasional yakni bisa meningkatkan carbon credit dan biodiversity credit yang kini menjadi perhatian dunia,” katanya.
Dia berharap dengan terpenuhinya carbon credit dan biodiversity credit dapat menghasilkan insentif yang bisa membantu konservasi di taman nasional dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kita diakui sebagai super power dari negara-negara lain yang punya hutan tropis, ini jadi tantangan dan keuntungan. Bila bisa memastikan terjaga maka kita dapat insentif dari dunia yang dapat dikelola untuk konservasi kembali salah satunya di Taman Nasional Way Kambas,” ucap dia.
Baca juga: Menhut kejar implementasi perdagangan karbon sektor kehutanan
Menurut dia, selain Nature Transition Support Programme pada hari ini di Taman Nasional Way Kambas juga diluncurkan program Kemitraan Investasi pada Bentang Alam Berkelanjutan (KIBAR) yang juga bermitra dengan Pemerintah Inggris dan berbagai mitra internasional.
“Kerja sama melalui program KIBAR ini tertuju pada program perhutanan sosial, yakni dengan memaksimalkan akses pengelolaan hutan yang sudah diberikan ke masyarakat sembari menjaga kelestariannya, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian ada juga manfaat yang dirasakan di bidang pengelolaan hutan lestari dengan memastikan produk kehutanan bukan kayu pun bisa menghasilkan hasil yang signifikan ketika bisa dikelola dengan baik,” katanya.
Perwakilan Khusus untuk Alam Pemerintah Inggris Ruth Davis mengatakan bahwa Pemerintah Inggris dan Indonesia berkomitmen kuat untuk mendukung perlindungan ekosistem lingkungan melalui dua program yang hari ini di luncurkan di Taman Nasional Way Kambas.
Ia mengatakan kerja sama kemitraan untuk pelestarian lingkungan antarnegara melalui dua program tersebut hadir atas pentingnya isu lingkungan, iklim, dan pelestarian keanekaragaman hayati yang seimbang dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Menteri LH: Ada manfaat ganda ekonomi jaga keanekaragaman hayati
“Lampung dan Taman Nasional Way Kambas menjadi salah satu fokus area pelaksanaan kedua program tersebut. Ini diharapkan bisa menjaga pelestarian satwa, lingkungan serta memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” katanya.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Menhut kejar implementasi perdagangan karbon sektor kehutanan
- 12 Agustus 2025
Rekomendasi lain
Alasan laki-laki tidak boleh pakai perhiasan emas dalam Islam
- 24 Februari 2025
Syarat dokumen untuk membuat paspor baru
- 10 Juli 2024
Lirik dan makna lagu “Seluruh Nafas Ini” – Last Child feat Gisel
- 19 Agustus 2024
Cara buka rekening ATM BRI offline dan online
- 1 Agustus 2024
iPhone 16 sudah masuk Indonesia? Segini harganya!
- 23 Desember 2024
Rincian harta kekayaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- 16 November 2024
Doa menyembuhkan penyakit dengan air putih
- 14 Agustus 2024
Rekomendasi hp second harga Rp1 jutaan
- 8 Agustus 2024