
Google Cloud perkuat dukungan untuk startup AI di Asia
- Jumat, 29 Agustus 2025 07:13 WIB
- waktu baca 2 menit

Singapura (ANTARA) – CEO Google Cloud Thomas Kurian menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) AI di Asia melalui akses infrastruktur mutakhir dan jaringan global.
Dalam sesi tanya jawab AI Asia: Building Beyond Borders, Singapura, dikutip Jumat, Thomas mengatakan pihaknya memiliki program untuk membantu startup AI menggunakan infrastruktur komputasi seperti TPU (Tensor Processing Unit) atau sirkuit terintegrasi khusus aplikasi GPU (Graphics Processing Unit) atau Unit Pemrosesan Grafis dan sebagainya.
“Kami juga memiliki mekanisme, di mana, jika startup AI ingin membangun di atas platform kami, dan ingin mengeksposnya, sehingga komunitas pengembang di seluruh dunia dapat mengaksesnya,” kata dia.
Kemampuan itu diberikan dengan catatan model yang dibangun memenuhi beberapa standar kualitas.
Ia menambahkan bahwa Google akan segera meluncurkan sebuah agent marketplace (pasar agen), yang memungkinkan startup mempublikasikan AI mereka langsung kepada pelanggan di seluruh dunia.
Lebih lanjut, menurut Thomas, banyak perusahaan rintisan bervaluasi 1 miliar dolar AS (unicorn) telah bertumbuh bersama Google Cloud. Strategi untuk bertumbuh bersama itu yang kini diperluas dan akan terus dilakukan ke depannya.
“Banyak pekerjaan telah dilakukan untuk memudahkan startup, tidak hanya untuk membangun dengan menggunakan alat kami, tetapi juga membantu mereka tumbuh bersama kami. Dan saya pikir itu adalah sesuatu yang akan Anda lihat sering kami lakukan,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, Google Cloud ingin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi startup AI di Asia,
Dalam paparannya di konferensi AI Asia: Building Beyond Borders itu, Thomas menekankan jaringan fondasi teknologi Google Cloud yang terbangun di infrastruktur global yang menyalurkan sepertiga lalu lintas internet setiap hari.
Infrastruktur Google Cloud di seluruh dunia juga bersifat homogen dan dilengkapi kontrol meyakinkan untuk memastikan data tetap di bawah kendali pengguna.
Soal inovasi, Google Cloud juga mengumumkan ketersediaan inovasi model Gemini dengan model bahasa besar terbarunya, di Google Cloud Singapura.
“Kami menghadirkan model serta alat AI paling canggih dari Google di sini (Singapura). Dengan menghadirkan Gemini di mana saja , di cloud publik dengan jaminan residensi data, di lingkungan on-premises atau terputus, dan di edge, kami membuka gelombang inovasi bagi organisasi publik maupun bisnis lintas industri. Dengan AI, kami menyediakan katalis yang kuat untuk transformasi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Thomas.
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Cara praktis membuat akun m-banking BCA
- 26 September 2024
Berapa iuran BPJS Ketenagakerjaan? Berikut daftarnya
- 25 Juli 2024
Alokasi dan rentang gaji dalam CPNS Kemenag 2024
- 2 September 2024
Niat mandi sunnah sebelum puasa Ramadhan, sucikan diri jelang ibadah
- 28 Februari 2025
Zona gempa megathrust di Indonesia
- 21 Agustus 2024
Profil Fly Jaya: Maskapai baru yang beroperasi di Indonesia 2025
- 22 Januari 2025
Ucapan ulang tahun romantis untuk pacar
- 15 Agustus 2024