Pemkot Banjarbaru kaji penyertaan modal pada Bank Kalsel

Pemkot Banjarbaru kaji penyertaan modal pada Bank Kalsel

  • Jumat, 11 Juli 2025 00:22 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemkot Banjarbaru kaji penyertaan modal pada Bank Kalsel
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni (kiri) menyampaikan arahan saat ekspos rencana kajian investasi dan naskah akademik terkait penyertaan modal kepada Bank Kalsel di Banjarbaru, Kamis (10/7/2025). (ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjarbaru)

Banjarbaru (ANTARA) – Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengkaji investasi dan naskah akademik guna mendukung rencana penyertaan modal kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Kalsel milik Pemprov Kalsel.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Banjarbaru Sirajoni di Banjarbaru, Kamis, mengatakan rencana tersebut diawali ekspos kajian investasi dan naskah akademik terkait penyertaan modal kepada Bank Kalsel pada Tahun Anggaran 2026.

Sirajoni mengungkapkan Pemkot Banjarbaru mendengar pemaparan yang disampaikan tim dari Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) Banjarmasin pada ekspos awal tersebut.

Baca juga: Bank Kalsel raih predikat kinerja sangat baik lima tahun terakhir

“Tujuan ekspos memberikan dasar akademik dan rekomendasi terkait langkah strategis Pemkot Banjarbaru menjaga serta meningkatkan kontribusi terhadap Bank Kalsel sebagai bank milik daerah,” ujar Sirajoni.

Berdasarkan hasil kajian IBITEK, Pemkot Banjarbaru direkomendasi menindaklanjuti rencana itu dengan mengusulkan penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penambahan Penyertaan Modal kepada DPRD Banjarbaru.

Menurut Sirajoni, kajian itu juga menekankan pentingnya langkah penambahan penyertaan modal untuk bisa mempertahankan porsi kepemilikan saham sebesar 4,6 persen pada Bank Kalsel.

Baca juga: Bank Kalsel terapkan “BEKANTAN” layanan khusus penyandang disabilitas

“Penambahan penyertaan modal itu diharapkan tetap mengacu pada kebijakan anggaran pemerintah daerah dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan daerah,” ucap Sirajoni

Selanjutnya, IBITEK merekomendasi agar penambahan penyertaan modal dapat direalisasikan pada Tahun Anggaran 2026 dan alternatif dijadwalkan pada 2027, serta memungkinkan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun.

“Langkah ini bentuk komitmen Pemkot Banjarbaru mendukung penguatan permodalan daerah sekaligus menjaga posisi strategis di salah satu BUMD penting di Provinsi Kalsel,” katanya.

Dikatakan Sirajoni, pihaknya segera menyampaikan hasil ekspos kepada Wali Kota Erna Lisa Halaby sehingga bisa diputuskan langkah strategis untuk menindaklanjuti rekomendasi terkait penyertaan modal tersebut.

Baca juga: Bank Kalsel relokasi Kantor Cabang Jakarta guna tingkatkan layanan

Baca juga: Bank Kalsel salurkan bantuan Rp100 juta untuk Palestina

Pewarta: Taufik Ridwan/Yose RIzal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *