
Sri Mulyani sebut Danantara Indonesia bisa berkolaborasi dengan NDB
- Rabu, 26 Maret 2025 02:29 WIB
- waktu baca 2 menit

Bagaimana kontribusi NDB terhadap ekonomi dan pembangunan Indonesia sendiri. Kan kita juga punya Danantara, nanti bisa berkolaborasi
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan ada potensi kerja sama atau kolaborasi antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan New Development Bank (NDB) sebagai bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS.
Hal itu disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai pengumuman Presiden Prabowo Subianto atas keputusan Pemerintah Indonesia bergabung ke dalam bank pembangunan tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/3).
“Bagaimana kontribusi NDB terhadap ekonomi dan pembangunan Indonesia sendiri. Kan kita juga punya Danantara, nanti bisa berkolaborasi dan lain-lain,” kata Sri Mulyani saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah mendiskusikan banyak pekerjaan teknis, termasuk dari syarat agar Indonesia masuk dalam keanggotaan NDB.
Baca juga: Prabowo: Pemerintah RI putuskan bergabung New Development Bank
Pemerintah Indonesia memutuskan bergabung dalam NDB setelah Presiden NDB Dilma Vana Rousseff mengundang Indonesia untuk bergabung dalam keanggotaan bank tersebut, mengingat Indonesia juga telah resmi menjadi anggota penuh BRICS pada awal tahun 2025.
BRICS merupakan aliansi blok ekonomi negara berkembang dengan keanggotaan yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa/BRICS).
Indonesia menjadi anggota baru setelah negara lainnya bergabung, seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Mesir.
Menkeu mengungkapkan Presiden Dilma berupaya menarik Indonesia sebagai anggota dengan kemungkinan kerja sama terkait pembangunan di Indonesia.
Namun di sisi lain, kebijakan anggota BRICS turut mencakup pengurangan dolar AS dalam transaksi dagang dan kerja sama. Menanggapi hal itu, Sri Mulyani menilai akan meninjau terlebih dahulu.
“Nanti saya lihat, nanti ya, didiskusikan,” kata Menkeu.
Baca juga: Rosan sebut NDB ingin terlibat pendanaan proyek energi terbarukan
Baca juga: Prabowo terima kunjungan Presiden New Development Bank di Istana
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Sri Mulyani menyerahkan LKPP tahun 2024 ke BPK
- 21 Maret 2025
Sri Mulyani sebut PMN Agrinas sudah ada di APBN 2025
- 19 Maret 2025
Menkeu: Penyaluran THR ASN pusat capai 94,73 persen
- 19 Maret 2025
Rekomendasi lain
Daftar tarif tol trans Jawa di Tahun 2025
- 25 Februari 2025
Lirik lagu Lyodra – Pesan Terakhir
- 18 Juli 2024
Syarat Magang Bakti BCA dan besaran gajinya
- 17 Juli 2024
6 ide tema kreatif untuk acara karnaval 17 Agustus
- 30 Juli 2024
Cara cek penerima PIP 2025 secara online dan jadwal pencairannya
- 10 Februari 2025
Lirik lagu “Menunggumu” dari NOAH
- 19 Juli 2024