
Presiden NDB puji kesuksesan Indonesia jalankan B40, Brasil baru B14
- Rabu, 26 Maret 2025 02:56 WIB
- waktu baca 2 menit

Kami tertarik pada transisi energi dan Indonesia adalah negara yang memimpin dalam energi terbarukan, seperti biodiesel dengan (campuran) 40 persen
Jakarta (ANTARA) – Presiden Bank Pembangunan Multilateral BRICS, New Development Bank (NDB), Dilma Vana Rousseff, memuji kesuksesan Indonesia dalam menjalankan implementasi campuran solar dan bahan bakar nabati biodiesel 40 persen atau B40.
Hal itu disampaikan Presiden Dilma dalam pernyataan pers bersama Presiden RI Prabowo Subianto, usai Indonesia memutuskan bergabung dalam NDB.
“Kami tertarik pada transisi energi dan Indonesia adalah negara yang memimpin dalam energi terbarukan, seperti biodiesel dengan (campuran) 40 persen. Saya sangat terkesan dengan ini,” kata Presiden Dilma di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/3).
Presiden Dilma yang juga merupakan mantan Presiden Brasil itu mengungkapkan bahwa Indonesia sudah melakukan pencapaian luar biasa.
Hal itu mengingat Brasil baru memulai program yang sama pada tahun ini dengan campuran bahan bakar nabati 14 persen.
“Karena Brasil memulai ini dan baru 14 persen, sedangkan Indonesia 40 persen. Ini pencapaian yang luar biasa bagi kami,” kata Dilma.
Baca juga: Sri Mulyani sebut Danantara Indonesia bisa berkolaborasi dengan NDB
Sebagai bank multilateral untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang, Presiden Dilma menekankan bahwa NDB tertarik dengan realisasi energi terbarukan di Indonesia.
Hal itu juga termasuk pada pembangkit listrik tenaga geothermal, dimana Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar.
NDB juga berkomitmen untuk berinvestasi dalam air dan sanitasi, serta infrastruktur untuk mengubah kota besar menjadi lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah.
Dilma mengakui bahwa Indonesia juga masuk dalam keanggotaan bank-bank multilateral lainnya. Namun, ia memastikan keanggotaan Indonesia dalam NDB amatlah penting, dan menjadi keputusan bersama oleh delapan negara anggota BRICS.
“Kami ingin berinvestasi dalam sains, pendidikan, teknologi, inovasi bagi negara-negara untuk berkembang. Bagi saya, pengumuman Presiden itu sangat penting. Saya sangat berterima kasih kepadanya karena semua negara BRICS berkepentingan untuk memiliki Indonesia di dalam bank tersebut,” kata Dilma.
Baca juga: Prabowo: Pemerintah RI putuskan bergabung New Development Bank
Baca juga: Airlangga sebut Presiden NDB undang RI ke dalam keanggotaan
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Daftar tarif tol trans Jawa di Tahun 2025
- 25 Februari 2025
Lirik lagu Lyodra – Pesan Terakhir
- 18 Juli 2024
Syarat Magang Bakti BCA dan besaran gajinya
- 17 Juli 2024
6 ide tema kreatif untuk acara karnaval 17 Agustus
- 30 Juli 2024
Cara cek penerima PIP 2025 secara online dan jadwal pencairannya
- 10 Februari 2025
Lirik lagu “Menunggumu” dari NOAH
- 19 Juli 2024