
Kaja Kallas: Selesaikan konflik Israel dan Hamas lewat negosiasi
- Selasa, 25 Maret 2025 10:15 WIB
- waktu baca 2 menit

Moskow (ANTARA) – Uni Eropa, melalui Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas, kembali menegaskan seruan agar konflik Israel dan Hamas diselesaikan melalui jalur negosiasi.
Meskipun Uni Eropa mendukung hak Israel untuk membela diri, Kallas menekankan bahwa tindakan militer harus bersifat “proporsional” dan tidak menargetkan warga sipil.
Hal itu disampaikan Kaja Kallas dalam konferensi pers bersama Kepala Otoritas Luar Negeri Israel Gideon Saar pada Senin (24/3).
Dalam kesempatan bertemu Kallas, Saar menyatakan Israel siap mengakhiri konflik melalui diplomasi, namun pihak Palestina tidak bekerjasama dalam hal itu, sehingga memaksa Israel bertindak dengan kekerasan.
Selain itu, Saar juga menyampaikan perang akan berakhir jika kelompok perlawanan Palestina, Hamas membebaskan semua sandera Israel dan meninggalkan Jalur Gaza.
Sementara itu, pasukan Israel (IDF) kembali melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza sejak Selasa (18/3).
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan itu merupakan respons atas penolakan Hamas dalam menerima proposal AS guna memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pembebasan sandera.
Pada 1 Maret, gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang telah berlaku sejak 19 Januari berakhir. Namun, pertempuran tidak langsung berlanjut pada hari itu berkat upaya para mediator.
Meski demikian, pada 2 Maret, Israel mengumumkan larangan terhadap bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Hamas karena menolak menerima rencana baru AS untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan sisa sandera.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Hamas: Netanyahu sabotase gencatan senjata demi keuntungan politik
Baca juga: Hamas sebut pembahasan soal gencatan senjata 'tidak pernah berhenti'
Baca juga: Hamas sambut pertemuan menteri negara Arab-Islam, desak tekan Israel
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Jadwal dan rangkaian acara pelantikan Presiden Donald Trump 2025
- 18 Januari 2025
Ingin tinggal di Bali? Simak biaya hidupnya
- 10 Juli 2024
Syarat Magang Bakti BCA dan besaran gajinya
- 17 Juli 2024
Profil Hasan Basri Sagala, calon wakil gubenur Sumut Pilkada 2024
- 4 September 2024
Cara mudah aktivasi kembali kartu XL yang hangus
- 17 Juli 2024
5 cara cek nomor IMEI Xiaomi untuk memastikan keasliannya
- 8 Agustus 2024
Profil Bambang Pacul, politisi PDIP yang dirumorkan ingin hengkang
- 14 Desember 2024