
Pemerintah menyerap penerimaan negara bukan pajak Rp76,4 triliun
- Kamis, 13 Maret 2025 23:33 WIB
- waktu baca 2 menit

Realisasi PNBP konsisten dengan kondisi ekonomi.
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah menyerap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp76,4 triliun per Februari 2025, setara 14,9 persen dari target APBN sebesar Rp513,6 triliun.
Realisasi itu terkontraksi 4,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari rekor pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80 triliun.
“Realisasi PNBP konsisten dengan kondisi ekonomi,” kata Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2025, di Jakarta, Kamis.
Secara rinci, penerimaan PNBP dari sektor sumber daya alam (SDA) migas tercatat sebesar Rp17,5 triliun. Meski nilai ini setara dengan 15,5 persen dari target APBN, realisasinya turun 1,7 persen dibanding tahun lalu.
Menurut Anggito, penurunan kinerja PNBP SDA migas disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan penurunan produksi gas bumi karena penyusutan alami.
Sementara itu, penerimaan SDA nonmigas terealisasi sebesar Rp16,3 triliun atau 16,8 persen dari target APBN. Komponen ini pun mengalami kontraksi, yakni sebesar 7,2 persen, akibat turunnya harga dan produksi batu bara.
Komponen kekayaan negara dipisahkan (KND) terealisasi sebesar Rp10,9 triliun atau 12,1 persen dari target. Berbeda dengan dua komponen sebelumnya yang terkontraksi, KND mengalami pertumbuhan signifikan hingga 60,7 persen. Peningkatan ini utamanya didorong oleh setoran dividen interim dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan.
Selanjutnya, PNBP dari badan layanan umum (BLU) tercatat mencapai Rp8,4 triliun atau 10,8 persen dari target. Komponen ini pun terkontraksi 16,9 persen akibat penurunan tarif pungutan ekspor kelapa sawit.
Terakhir, penerimaan PNBP lainnya terdata sebesar Rp23,3 triliun atau 18,3 persen dari target. PNBP lainnya mengalami kontraksi sebesar 16 persen yoy. Pelemahan ini dipengaruhi oleh turunnya penjualan hasil tambang serta PNBP dari kementerian/lembaga (K/L).
Sebagai catatan, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp316,9 triliun atau 10,5 persen terhadap target APBN 2025 yang sebesar Rp3.005,1 triliun. Di samping PNBP, penerimaan negara berasal dari perpajakan yang tercatat sebesar Rp240,4 triliun atau 9,7 persen dari target, dengan rincian Rp187,8 triliun berasal dari penerimaan pajak dan Rp52,6 triliun dari kepabeanan dan cukai.
Sementara realisasi belanja negara hingga akhir Februari 2025 mencapai Rp348,1 triliun atau 9,6 persen dari target sebesar Rp3.621,3 triliun.
Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada APBN Februari 2025.
Baca juga: Airlangga: Program Lebaran dorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli
Baca juga: Kemenkeu catat penerimaan bea dan cukai tembus Rp52,6 triliun
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Wamenkeu jamin PNBP tetap aman meski ada Danantara
- 26 Februari 2025
ULM optimalisasi aset dan pengelolaan unit bisnis tingkatkan PNBP
- 23 Februari 2025
LMAN himpun PNBP tertinggi di 2024 hingga mencapai Rp4,49 triliun
- 17 Februari 2025
DJPb Sulteng: Realisasi pendapatan negara mencapai Rp13,96 triliun
- 11 Februari 2025
DJPb: Pendapatan Negara di Sultra per 7 Februari capai Rp288 miliar
- 10 Februari 2025
Rekomendasi lain
Cek zodiak berdasarkan tanggal lahir
- 16 Agustus 2024
TPG 2025 cair tepat waktu, ini syarat dan jadwalnya
- 30 Januari 2025
Besaran gaji guru ASN dan non ASN 2025, begini rinciannya
- 3 Desember 2024
Lirik lagu J.Cole “She Knows” yang disebut sindir Diddy
- 4 Oktober 2024
Rincian tarif Tol Cisumdawu
- 15 Agustus 2024
Makna mendalam tema Natal Nasional 2024 PGI dan KWI
- 25 Desember 2024