
Kementan turunkan tim tangani ternak terdampak banjir Bekasi
- Jumat, 7 Maret 2025 22:35 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani ternak yang terdampak banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, salah satunya dengan menerjunkan tim kesehatan hewan.
“Sejumlah tim kesehatan hewan diterjunkan untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat serta mencegah potensi penyebaran penyakit pascabanjir,” kata Direktur Kesehatan Hewan Kementan Imron Suandy dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPHR) Harapan Baru, Kota Bekasi, selain memastikan kondisi ternak tetap sehat, Kementan mendistribusikan disinfektan, obat-obatan, vitamin, dan perlengkapan medis untuk mencegah penyebaran penyakit pascabanjir.
Imron memantau langsung proses pemulihan fasilitas tersebut. Menurut dia, area kandang yang sempat terendam kini mulai mengering, dan pemeriksaan kesehatan ternak telah dilakukan. Seluruh hewan dinyatakan dalam kondisi sehat.
“Kementan telah menyalurkan disinfektan, dan proses sterilisasi akan segera dilakukan setelah pembersihan lumpur selesai. Ini penting untuk menekan risiko penularan penyakit,” ujar Imron.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah RPH Harapan Baru, M. Subarkah menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementan.
Menurut dia, bantuan tersebut membantu mempercepat pemulihan layanan rumah potong hewan.
“Kami akan memastikan seluruh area bersih dan higienis sebelum kembali beroperasi penuh,” kata Subarkah.
Selain RPHR Harapan Baru, Kementan juga memfokuskan perhatian pada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Bekasi.
Banjir menyebabkan kerusakan pada stok obat dan peralatan medis, serta berdampak pada sekitar 70 ekor ternak di wilayah tersebut. Kementan membantu identifikasi awal dan melakukan pengobatan lanjutan mulai Kamis, 6 Maret 2025.
Penanganan serupa dilakukan di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Jayasempurna, Kecamatan Serang Baru.
Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Kementan melaporkan banjir menggenangi lokasi ternak Kelompok Pegadungan, yang memelihara sekitar 75 ekor sapi, termasuk 20 sapi betina Peranakan Ongole (PO) bantuan Kementan pada 2023.
Saat banjir melanda, peternak menggiring ternak ke dataran lebih tinggi. Hingga Rabu (5/3), tercatat 30 ekor telah kembali ke kandang. Sisanya masih dalam pencarian. Diduga enam ekor sapi hilang terbawa arus.
Untuk mencegah dampak lanjutan, Kementan menyalurkan bantuan tambahan berupa disinfektan, vitamin, analgesik, antiseptik, dan perlengkapan medis lain. Distribusi bantuan ini disiapkan untuk mempercepat respons apabila situasi darurat kembali terjadi.
“Prioritas kami adalah menjaga kesehatan ternak, memulihkan layanan, dan memastikan produksi tetap berjalan tanpa gangguan,” kata Imron.
Baca juga: Bupati Bekasi menghadap gubernur bahas solusi banjir
Baca juga: BNPB upayakan percepatan tangani banjir Bekasi, dari pompa hingga OMC
Baca juga: Pertamina EP salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Bekasi
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Menuju 100 tahun modernisasi kelapa di Indonesia
- Kemarin 18:01
Kurma, nilai spiritual dan potensi ekonomi
- 3 Maret 2025
Rekomendasi lain
Daftar susunan acara dalam resepsi pernikahan
- 30 Juli 2024
Lirik dan makna lagu “Somebody’s Pleasure” oleh Aziz Hedra
- 8 September 2024
Tata cara sholat 5 waktu dan jumlah rakaatnya lengkap
- 26 Agustus 2024
Cara aktifkan KIS lewat aplikasi JKN Mobile
- 25 Juli 2024
Terbaru! Jadwal kapal Pelni Agustus 2024
- 13 Agustus 2024