ICF & CBE Expo 2025 diselenggarakan di NICE pada 10-12 Oktober 2025

ICF & CBE Expo 2025 diselenggarakan di NICE pada 10-12 Oktober 2025

  • Kamis, 27 Februari 2025 17:47 WIB
  • waktu baca 3 menit
ICF & CBE Expo 2025 diselenggarakan di NICE pada 10-12 Oktober 2025
Penyelenggara bakal menggelar Indonesia Coffee Festival (ICF) and Café & Brasserie Expo (CBE) 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Hall 11, PIK 2 pada tanggal 10-12 Oktober 2025. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) – Indonesia Coffee Festival (ICF) and Café & Brasserie Expo (CBE) 2025 akan diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Hall 11, PIK 2 pada tanggal 10-12 Oktober 2025.

“Kami berkomitmen untuk memajukan industri kopi Indonesia, mendukung petani dan pelaku industri agar bersaing global. Melalui ICF & CBE 2025, kami ingin meningkatkan kesadaran akan kualitas kopi Indonesia dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh ekosistem kopi Nusantara,” kata Direktur Utama Panorama Media Royanto Handaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Roy mengatakan Industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir, baik di pasar domestik maupun internasional.

Mengutip data dari International Coffee Organization (ICO) 2023 tentang tren konsumsi kopi global, Roy menyebut konsumsi kopi domestik Indonesia diperkirakan mencapai 4,8 juta kantong pada tahun 2025 seiring meningkatnya budaya café dan preferensi konsumen terhadap kopi berkualitas tinggi.

Baca juga: Ribuan pecinta kopi padati Festival Kopi Ankara

Pertumbuhan industri kopi juga terlihat di sektor UMKM, mulai dari coffee shop independen hingga pedagang kopi gerobakan yang semakin menjamur di berbagai kota.

Laporan Kementerian Perindustrian pada tahun 2024 juga mencatat peningkatan signifikan sebanyak lebih dari 30 persen dalam jumlah usaha mikro dan menengah di sektor kopi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan tren yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Dengan latar belakang tersebut, ICF & CBE 2025 akan menghadirkan pameran, kompetisi, edukasi, business matching, dan berbagai program inovatif yang bertujuan memperkuat ekosistem kopi Nusantara dari hulu ke hilir.

Terdapat sejumlah program unggulan yang dapat menghubungkan industri dengan pasar global dan mendorong inovasi dalam sektor kopi dan kafe pada acara tersebut. Di antaranya ada The Barista Queen Challenge, Rev Up & Brew-Coffee Rally, The IP Connection Coffee Innovations, Bean & Gear Coffee Merchandise Market dan ICF Awards.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI) Gusti Laksamana ikut menambahkan bahwa pergeseran tren juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transparansi rantai pasok dan praktik produksi kopi yang lebih bertanggung jawab.

Baca juga: Suguhkan kopi, pikat wisatawan

Dengan meningkatnya jumlah UMKM di sektor kopi dan meluasnya tren café culture di berbagai lapisan masyarakat, kopi Indonesia semakin dikenal di kancah internasional.

Gusti menyebut Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, dengan produksi sekitar 789.000 ton per tahun. Lebih dari 60 persen kopi Indonesia diekspor ke Amerika Serikat, India, Jerman, Mesir, dan Malaysia, mencerminkan daya saing kopi Nusantara di pasar internasional.

“Dengan konsumsi domestik yang terus meningkat serta ekspor yang stabil, industri kopi Indonesia berada dalam momentum yang tepat untuk berkembang lebih jauh,” ujar Gusti.

Oleh karenanya, ia menekankan bahwa keberlanjutan industri kopi tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi erat antara berbagai pemangku kepentingan.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas jangkauan informasi mengenai kopi Nusantara dan meningkatkan kesadaran global akan kualitas serta keberlanjutan industri kopi Indonesia,” katanya.

Project Manager ICF & CBE Luhur Tri Atmojo menambahkan ICF & CBE 2025 dirancang untuk menjadi platform yang lebih dari sekadar pameran, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem kopi Nusantara dari hulu ke hilir, membuka akses pasar internasional, dan mendorong inovasi berkelanjutan, termasuk dalam budaya kafe.

“Kami mengajak seluruh pelaku industri, asosiasi, pemerintah, dan komunitas untuk bersama-sama memanfaatkan peluang besar dari tren konsumsi dan ekspor yang meningkat, serta meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan,” ujar dia.

Baca juga: Festival Kopi dan Tembakau Situbondo jadi ajang promosi kopi-tembakau

Baca juga: 5 manfaat kopi untuk kesehatan yang jarang diketahui

Baca juga: UMKM kopi di Indonesia Masters 2025 raih omzet di atas rata-rata

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *