
Kementan: Panen padi di Kalteng bukti implementasi pertanian modern
- Jumat, 14 Februari 2025 11:55 WIB

Panen raya perdana itu mencakup lahan seluas 272 hektare
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian menyatakan bahwa panen padi yang dilaksanakan di lahan baru daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi bukti implementasi pertanian, yang diterapkan secara modern, sekaligus mewujudkan swasembada pangan, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Panen ini merupakan bagian dari implementasi pertanian modern yang diusung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan bahwa panen padi dilakukan oleh para petani di Blok B2, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.
“Mereka sukses menggelar panen raya perdana di lahan sawah ekstensifikasi (cetak sawah baru) yang dikembangkan Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa panen perdana tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program perluasan lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Panen raya perdana itu mencakup lahan seluas 272 hektare yang akan dipanen secara bertahap, mulai dari pekan pertama Februari 2025 ini hingga puncaknya di akhir bulan,” tuturnya.
Dia menyampaikan bahwa salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan benih unggul Inpari 32 yang terbukti tahan terhadap genangan air dan mampu beradaptasi di lahan baru.
“Meski menghadapi tantangan seperti serangan hama burung, kami berhasil mengatasinya dengan pemasangan jaring pelindung. Hasilnya, panen perdana ini menunjukkan performa yang sangat baik,” ujar Andi.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa panen perdana di Dadahup tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program ekstensifikasi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi petani di Kapuas untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
“Dengan dukungan penuh dari Kementan, lahan-lahan baru seperti di Blok B2 diharapkan menjadi pusat-pusat produksi pangan strategis di masa depan,” imbuh Andi.
Sementara itu, Ketua Brigade Pangan Pambelum Hasni Hidayat mengatakan bahwa hasil produksi panen padi di daerah itu mencapai rata-rata 3 ton per hektare.
Menurut Hasni, jumlah tersebut sebuah capaian signifikan mengingat lahan tersebut merupakan lahan baru.
“Progres pertanaman kami luar biasa. Saat ini, kami sedang menggarap 5 hektare dan targetnya akan terus berkembang hingga mencapai 200 hektare. Kami optimis hasil panen akan terus meningkat seiring berjalannya waktu,” kata Hasni.
Menurut Hasni, dukungan pemerintah melalui Kementan menjadi kunci keberhasilan pengolahan pertanian di daerah itu. Berbagai bantuan seperti pupuk, benih unggul, dan alat mesin pertanian (alsintan) berperan besar dalam meningkatkan produktivitas.
“Sebagian besar lahan di Blok B2 masih menunggu masa panen, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi tanaman sangat baik, menjanjikan hasil yang optimal,” kata Hasni.
Baca juga: Upaya meneruskan Food Estate berkelanjutan di Kalimantan Tengah
Baca juga: Kementan akselerasi Food Estate di Pulang Pisau Kalteng
Baca juga: Pemerintah pacu ekstensifikasi lahan di kawasan lumbung pangan Kalteng
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Ribuan hektare sawah di Lampung Selatan terendam banjir
- 10 Februari 2025
Dispertan: 51 ribu ha padi di Cilacap siap panen
- 10 Februari 2025
BI nilai padi gogo perkuat stabilitas harga pangan di Bali
- 3 Februari 2025
Rekomendasi lain
Doa pelunas hutang yang diajarkan Rasulullah
- 17 Juli 2024
Cara monetisasi akun Youtube untuk hasilkan uang
- 4 Juli 2024
Program bansos 2025: Ini syarat dan cara daftar jadi penerima
- 17 Desember 2024
Cara atasi kartu ATM BRI terblokir tanpa harus ke bank
- 1 Agustus 2024
Mengenal pengertian penyakit ain dalam Islam
- 25 September 2024
Cara cek bansos pakai KTP, bisa online via ponsel
- 24 Juli 2024