Kebiasaan minum kopi atau teh berkaitan dengan penurunan risiko kanker

Kebiasaan minum kopi atau teh berkaitan dengan penurunan risiko kanker

  • Kamis, 26 Desember 2024 07:53 WIB
Kebiasaan minum kopi atau teh berkaitan dengan penurunan risiko kanker
Ilustrasi – Secangkir kopi hitam panas. (Shutterstock/Worradirek/am)

Jakarta (ANTARA) – Kebiasaan minum kopi atau teh berkaitan dengan penurunan risiko kanker di area seperti mulut, tenggorokan, hidung, dan laring menurut hasil studi baru yang dipublikasikan di Cancer, jurnal milik American Cancer Society.

Sebagaimana dikutip dalam siaran​​​​​​ Medical Daily pada Selasa (24/12), hasil peninjauan 14 studi dari ilmuwan-ilmuwan yang tergabung dalam Konsorsium Epidemiologi Kanker Kepala dan Leher Internasional menunjukkan bahwa rutin minum kopi atau teh dapat mengurangi risiko kanker di bagian kepala dan leher, termasuk kanker rongga mulut dan kanker orofaring.

Orang yang minum lebih dari empat cangkir kopi per hari memiliki risiko 17 persen lebih rendah terkena kanker kepala dan leher, berisiko 30 persen lebih rendah terkena kanker rongga mulut, serta berisiko 22 persen lebih rendah mengalami kanker orofaring.

Minum tiga sampai empat cangkir kopi setiap hari, menurut hasil penelitian dapat mengurangi risiko kanker hipofaring hingga 41 persen.

​​​​​​​Para peneliti menyampaikan bahwa hubungan dosis-respons terlihat antara konsumsi lebih dari empat cangkir kopi berkafein per hari dan penurunan risiko kanker kepala dan leher serta semua sub-kategori kankernya.

Bahkan, konsumsi kopi tanpa kafein pun bisa memberikan manfaat menurut hasil studi.

Orang yang meminum hingga satu cangkir kopi tanpa kafein per hari, risikonya terkena kanker rongga mulut bisa berkurang hingga 25 persen.

Baca juga: Orang dengan risiko glaukoma disarankan batasi minum kopi

Baca juga: Minum cokelat panas atau teh hijau bantu tangkal efek negatif stres

Bagi peminum teh, konsumsi hingga satu cangkir teh per hari berkaitan dengan penurunan risiko kanker kepala dan leher sebesar sembilan persen dan pengurangan risiko kanker hipofaring hingga 27 persen.

Namun, konsumsi teh lebih dari satu cangkir per hari justru berkaitan dengan peningkatan risiko kanker laring sebesar 38 persen.

“Penelitian sebelumnya memang menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dan teh dengan penurunan risiko kanker, tetapi studi ini menyoroti efek yang bervariasi pada subkategori kanker kepala dan leher, termasuk temuan bahwa kopi tanpa kafein juga memberikan dampak positif,” kata Dr. Yuan-Chin Amy Lee, penulis hasil studi.

“Kebiasaan minum kopi dan teh cukup kompleks, dan temuan ini menunjukkan perlunya data lebih lanjut serta penelitian lanjutan untuk memahami dampak kopi dan teh dalam mengurangi risiko kanker,” katanya dalam siaran pers.

Baca juga: Perhatikan pilihan makanan agar terhindar dari risiko kanker

Baca juga: Obesitas termasuk faktor risiko kanker rahim menurut dokter

Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *