InfoSAWIT, JAKARTA – Perkebunan Nusantara Holding atau PN Holding sependapat dengan semangat keberlanjutan yang didorong Uni Eropa melalui penerapan European Union Deforestation Regulations (EUDR).
Menurut Direktur Pemasaran PTPN III Holding, Dwi Sutoro, keberadaan EUDR sejalan dengan apa yang sedang, sudah dan akan dilakukan Perkebunan Nusantara Holding. Sikap terhadap semangat keberlanjutan
“Anti deforestasi dan perlindungan iklim adalah hal baik yang ada dalam EUDR dan sudah , sedang dan akan dijalankan PTPN, jadi kita sependapat dengan semangat EUDR terkait kelestarian hutan”, kata Dwi kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
BACA JUGA: PTPN Holding Nusantara Dukung Proyek Strategis Nasional Melalui Pembentukan Tiga Subholding
Sebagai langkah nyata PTPN, maka melakukan tindakan secara inside of yang mencakup, PTPN Group sudah mengeluarkan, Kebijakan Anti Deforestasi, Penanaman Gambut Dan Eksploitasi (No Deforestation, No Peat And No Exploitation Policy).
Lantas PTPN juga telah menerapkan Prinsip sustainability dan sudah mendapatkan sertifikat RSPO di sekitar 80% jumlah kebun dan PKS PTPN crew. Ditargetkan dalam jangka waktu 1 tahun akan 100% bersertifikat RSPO maupun ISPO.
Sementara tindakan eksternal dilakukan dengan berperan dalam pembinaan petani sawit dalam upaya, pengembangan hulu ke hilir.
BACA JUGA: Subholding PalmCo dan SupportingCo Bakal Miliki Lahan Sawit Seluas 813.000 Ha
Termasuk memberdayakan para petani sawit, lanaran pada dasarnya petani sawit bukanlah “risiko deforestasi” bagi Uni Eropa dan dunia, petani sawit mungkin hanya tidak memiliki sarana untuk menunjukkan kepatuhannya.
“Pelaku usaha besar termasuk PTPN crew bersama pemerintah harus terus memberikan perhatian khusus di bidang ini dengan pola kemitraan yang membangun kesetaraan antara industri besar, petani dan pemerintah,” ungkap Dwi.
Mengenai kebijakan EUDR kata Dwi, perlu ada tanggung jawab yang lebih luas, yakni disaat yang sama semua pihak memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam ketahanan pangan dan energi tidak hanya untuk indonesia namun juga dunia khususnya dalam hal energi terbarukan, dimana dalam kedua hal tersebut industri sawit memegang peran penting.
Sebab itu dibutuhkan dialog yang konstruktif, antara pihak Uni Eropa dan negara produsen, terutama Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia. “Untuk mendapatkan titik temu dalam cara yang harus ditempuh karena sebenarnya kita memiliki kepentingan yang sama dalam hal keberlanjutan,” kata Dwi.
BACA JUGA: Sederet Kerja Besar Holding PTPN Untuk PalmCo, dari Biodiesel hingga Minyak Goreng Sawit
Lebih lanjut kata Dwi, adanya EUDR bisa dilihat sebagai peluang yang baik. “Sebagai salah satu dari perusahaan terbesar berbasis kelapa sawit, PTPN crew memandang ini sebagai peluang bagi kita untuk mengembangkan langkah-langkah implementasi untuk semua pelaku bisnis sawit,” tandas Dwi. (T1)
Dibaca : 412
Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InfoSAWIT – News Update”, caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian be a part of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.
Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke 08128729959 atau electronic mail ke sawit.journal@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)