InfoSAWIT, JAKARTA – Tiga organisasi masyarakat adat dan masyarakat sipil terbesar di Indonesia meluncurkan inisiatif baru yang akan menyalurkan dana iklim ke Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, sebagai garda terdepan yang melindungi ketahanan pangan dan mencegah kerusakan lingkungan yang mengancam keberlangsungan hidup lingkungan dan kesehatan manusia.
Sebagai mekanisme pendanaan langsung pertama di Indonesia untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL/IPLC), Dana Nusantara bersama dengan berbagai upaya gerakan global lainnya, bergabung untuk menyelesaikan permasalahan terkait alokasi dana iklim: MAKL menerima kurang dari 1% akses pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim, padahal sudah banyak bukti signifikan bahwa mereka adalah salah satu penjaga terbaik ekosistem rentan di dunia, di mana pengetahuan akan tata kelola hutan mereka memberi manfaat dan peningkatan signifikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Diungkapkan anggota Masyarakat Adat Toraja sekaligus Sekretaris Jenderal AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), Rukka Sombolinggi, Dana Nusantara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang kami dampingi.
BACA JUGA:SSMS Bukukan Kinerja Hijau Selama Periode 2022
Dana Nusantara merupakan kolaborasi tiga lembaga yakni AMAN, sebuah organisasi yang mewakili 20 juta masyarakat adat dan 2.449 komunitas di Indonesia; KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria), organisasi berbasis gerakan reforma agraria terbesar di Indonesia’ dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup/ FoE Indonesia), kelompok lingkungan terbesar di Indonesia.
Diluncurkan dengan dukungan awal sebesar US$ 3 juta dari para filantropi internasional, termasuk Ford Foundation dan Packard Foundation, Dana Nusantara bergabung dengan kelompok organisasi terpilih di negara pemilik hutan tropis untuk membantu memenuhi target IPLC Woodland Tenure Pledge 2 sebesar US$ 1.7 miliar. Para pendiri inisiatif pendanaan baru di Indonesia ini berharap dapat menarik pendanaan hingga US$ 20 juta dalam lima tahun ke depan yang akan ditujukan untuk MAKL di Tanah Air.
BACA JUGA: Jurnalis Nasional Kunjungi Kebun Petani Sawit Swadaya Bersama Asian Agri, Apical dan Kao Corporation.
Sementara dituturkan Presiden Ford Foundation Darren Walker, peluncuran ini merupakan sebuah langkah konkrit pemenuhan tanggung jawab kita bersama untuk melindungi sumber daya bumi. “Sebagai penyandang dana dan filantropi, tanggung jawab kami adalah menjembatani kesenjangan antara daya yang kami miliki – mulai dari jaringan hingga sumber keuangan – dan masalah mendesak yang dihadapi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Indonesia dan global,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (8/5/202).
Dibaca : 122
Halaman: 1 2
Dapatkan change berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InfoSAWIT – News Exchange”, caranya klik hyperlink InfoSAWIT-News Exchange, kemudian be a part of. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.