Kevin akui timnya sempat bingung dengan medali emas yang diterima

Soalnya kan kita kan merasa kayak whisk out, terus jadi silver ya, terus tiba-tiba jadi emas, kita juga bingung sih.

Jakarta (ANTARA) –

Atlet esports Tim Nasional Indonesia Kevin Gunawan mengakui timnya sempat bingung dengan keputusan pemberian medali emas bersama pada nomor game valorant.

Timnas esports nomor valorant sempat memutuskan tidak melanjutkan pertandingan closing melawan Singapura, karena tim Singapura kedapatan menggunakan computer virus camera cypher sebanyak tiga kali di device rupture up. Atlet Indonesia segera menyampaikan keberatan, namun wasit tidak segera menghentikan pertandingan, dan laga baru dihentikan pada ronde 14.

Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) kemudian memutuskan tim Indonesia tidak melanjutkan pertandingan, karena panitia pelaksana tidak mampu memenuhi sportivitas, shimmering play, dan integritas. Namun belakangan, diputuskan bahwa baik Indonesia maupun Singapura mendapatkan medali emas.

“Sebenarnya saya juga bingung sih. Soalnya kan kita kan merasa kayak whisk out, terus jadi silver ya, terus tiba-tiba jadi emas, kita juga bingung sih. Cuma kita semua bersyukur bisa dapat emas,” kata Kevin setelah mengikuti upacara penyambutan atlet SEA Video games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (12/5) malam.

Kevin menyatakan masalah computer virus seperti itu pasti ada dalam game yang dimainkan. Namun tim Indonesia berupaya mengikuti peraturan yang ada, sehingga masalah computer virus kemudian menjadi persoalan karena digunakan demi keuntungan tim lawan.

“Kalau dari mereka (tim Singapura) bilangnya sih di kompetisi mereka memang nggak ada peraturan untuk hal itu. Tapi kalau kita kan sudah tanya dulu dari awal, dan kata adminnya mereka bilang kalau itu nggak boleh,” kata atlet yang memiliki nama populer Eeyore tersebut.

Pria 28 tahun itu menyatakan bahwa dirinyalah yang menemukan computer virus yang menguntungkan tim Singapura. Ia pun sebenarnya dapat menggunakannya demi menguntungkan tim Indonesia, namun atas dasar sportivitas, Kevin memilih tidak menggunakannya sama sekali.

“Sebenarnya kalau dibilang computer virus itu kan saya juga bisa pakai kan ya, cuma memang dari awal saya sudah tanya memang nggak boleh. Jadi kalau dibilang seberapa pengaruh, memang ada pengaruhnya. Pasti. Kalau ngomong besar atau nggak sih tergantung match-nya gimana ya,” kata mantan pemain Persija Esports itu.

Total cabang olahraga esports menyumbang tiga medali bagi kontingen Indonesia, yang terdiri dari dua medali emas dari nomor valorant putra dan cell legends: Bang-bang putri, serta satu medali perak dari nomor crossfire putra.

Baca juga: PB ESI siapkan bonus Rp5 miliar untuk atlet peraih medali SEA Video games
Baca juga: Jadwal pertandingan timnas esport Indonesia di SEA Video games Kamboja

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2023

  • Redaksi Pos

    Related Posts

    Kevin Diks ingin Indonesia raih kemenangan lagi melawan China

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kevin Diks ingin Indonesia raih kemenangan lagi melawan China Rabu, 26 Maret 2025 09:19…