
Jaktim siap gandeng pelaku tawuran untuk kembangkan “urban farming”
- Kamis, 20 Maret 2025 08:19 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Timur siap menggandeng pelaku tawuran untuk mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan menjaga lingkungan.
“Termasuk juga teman-teman yang kemarin pernah melakukan tawuran, saya akan ajak mereka melakukan giat 'urban farming'. Agar mereka melihat bagaimana bertani ternyata asik dan juga bisa benefit,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainnah di Jakarta, Kamis.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur juga akan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengelolaan “urban farming” dan memberikan penyuluhan terkait jenis tanaman serta cara meningkatkan produksi.
“Saya akan berpatokan dan melakukan tolak ukur (benchmark) ke IPB, saya akan ajak komunitas-komunitas penggiat 'urban farming',” ujar Iin.
Baca juga: Jaktim kembangkan pertanian perkotaan di 147 lokasi
Pemkot Jakarta Timur juga akan membuat wisata agro yang digunakan untuk belajar “urban farming“.
Wisata agro merupakan wisata yang memanfaatkan kawasan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan sebagai daya tarik wisata.
“Nanti kita bikin wisata agro yang sifatnya paketnya adalah belajar tentang 'urban farming'. Karena kita semua kecamatan punya titik itu. Memang yang terbanyak ada di Cipayung, di sana untuk daerah luasannya. Tetapi semua kecamatan punya titik 'urban farming',” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Timur (Jaktim) melakukan panen serentak sebanyak 2,9 ton cabai hingga ikan di 100 titik yang ada di sepuluh kecamatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Panen serentak hari ini di Jakarta Timur ada 100 titik dengan total 2,9 ton baik itu berupa cabai, sayur-sayuran dan ada juga tadi ikan,” katanya dalam acara panen serentak di Lahan Pertanian Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (19/3).
Baca juga: Pemkot Jaktim ajak warga manfaatkan lahan untuk “urban farming”
Komoditas yang dipanen meliputi 2,3 ton dari komoditas pertanian seperti cabai, kangkung, terong, pakcoy, tomat, brokoli dan lainnya. Sedangkan komoditas perikanan sebanyak 599 kilogram (kg) seperti ikan nila, mujair, patin dan lele.
Lahan “urban farming” yang menjadi lokasi panen beragam, mulai dari lingkungan permukiman, Kelompok Tani (Poktan), Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), atap atau “rooftop” perkantoran pemerintah dan swasta hingga kolong Tol Becakayu.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Seratusan warga ikut hapus tato gratis di Jakarta Timur
- Kemarin 12:42
Jaktim maknai Ramadhan jadi momentum saling berbagi
- 14 Maret 2025
Rekomendasi lain
Rincian tarif Tol Cisumdawu
- 15 Agustus 2024
Berapa gaji PPPK 2024 setelah lolos seleksi?
- 18 Desember 2024
Rekam jejak Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
- 21 Oktober 2024
Profil dan jejak karier politik Pramono Anung
- 3 September 2024
Doa yang dianjurkan usai sholat taubat
- 23 Juli 2024
Terbaru! Jadwal kapal Pelni Agustus 2024
- 13 Agustus 2024
Daftar aplikasi main saham terbaik
- 16 September 2024