Trump tetap ngotot ingin caplok Greenland saat jamu Sekjen NATO

Trump tetap ngotot ingin caplok Greenland saat jamu Sekjen NATO

  • Jumat, 14 Maret 2025 07:29 WIB
  • waktu baca 2 menit
Trump tetap ngotot ingin caplok Greenland saat jamu Sekjen NATO
Ilustrasi Greenland. ANTARA/Anadolu/py

Washington (ANTARA) – Presiden AS Donald Trump terus menegaskan keinginannya untuk mencaplok Greenland, Kamis (13/3), sehari setelah pemerintahan baru yang sangat pro-kemerdekaan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan di wilayah otonomi Denmark itu.

“Kami harus melakukannya. Kami benar-benar membutuhkannya untuk keamanan nasional,” kata Trump kepada wartawan saat dia menjamu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

“Itulah sebabnya NATO mungkin harus terlibat, karena kami benar-benar membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” tambahnya.

Berbicara kepada Rutte, Trump mengatakan pemimpin NATO itu “bisa menjadi instrumental” dalam mewujudkan keinginannya.

Greenland, pulau terbesar di dunia, telah menjadi wilayah otonom Denmark sejak 1979. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, pulau tersebut kaya akan mineral dan berlokasi strategis di Arktik.

Pulau itu — membentang lebih dari 2 juta kilometer persegi (800 ribu mil persegi) — kaya akan logam tanah jarang yang penting bagi industri teknologi tinggi, termasuk nikel, kobalt dan tembaga, selain potensi minyak dan gasnya yang besar.

Denmark dan Greenland telah menolak usulan untuk menjual wilayah tersebut, dengan pemerintah Denmark menegaskan kedaulatannya yang berkelanjutan atas pulau itu.

Sebuah survei dilakukan pada Januari menunjukkan bahwa 85 persen penduduk Greenland menentang bergabung dengan AS.

Partai Demokraatit (Demokrat) yang pro-kemerdekaan di Greenland memenangkan sebagian besar suara dalam pemilihan umum saat hasil pemilu keluar pada Rabu (12/3).

Hasil tersebut mengecewakan partai-partai yang berkuasa karena partai pro-kemerdekaan itu memenangkan lebih dari 30 persen suara.

Jens-Frederik Nielsen, pemimpin Partai Demokrat, akan membentuk pemerintahan baru dengan Partai Naleraq yang juga sangat pro-kemerdekaan, yang memenangkan 24,8 persen suara.

Partai Demokrat dan Naleraq mendukung kemerdekaan dari Denmark, sementara Naleraq menginginkan pemisahan diri yang lebih cepat dari Denmark.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Survei: Separuh lebih warga AS tolak akuisisi Greenland

Baca juga: Trump: AS akan amankan Greenland “dengan cara apa pun”

Baca juga: Dunia perlu waspada, AS sedang incar daerah kaya mineral langka

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *