
Badan Geologi Kementerian ESDM dorong bentang karst dilindungi
- Kamis, 21 November 2024 04:06 WIB

Makassar (ANTARA) – Badan Geologi Kementerian ESDM mendorong kawasan bentang karst yang tersebar di Indonesia agar dilindungi, termasuk Kawasan Bentang Karst Maros-Pangkep seluas 42.600 hektare atau karst terluas di Indonesia dan ketiga di dunia.
“Hal itu menjadi urgen, sehingga Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hadir di sini untuk memberikan pemahaman pentingnya kawasan lindung geologi itu,” kata General Manager Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan di Makassar, Rabu.
Karena itu, kata dia, Sosialisasi Kawasan Lindung Geologi yang digagas Badan Geologi, Kementerian ESDM di Makassar selama dua hari, yakni 19-20 November 2024, diharapkan dapat menguatkan pelaksanaan di lapangan.
Kondisi itu mengingat maraknya aktivitas pertambangan dan pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah bentang karst atau pegunungan kapur itu.
Baca juga: Kawasan Geopark Maros-Pangkep diusulkan jadi warisan dunia
Baca juga: Spesies pohon baru ditemukan di daerah karst di China selatan
Dedy mengatakan sosialisasi yang digelar Badan Geologi ini salah satu tujuannya untuk menguatkan pengelola kawasan bentang karst dengan mengoptimalkan perlindungan melalui kolaborasi multipihak.
Hingga saat ini, Indonesia telah menetapkan tiga kawasan Cagar Alam Geologi (CAG) dan 14 Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), termasuk di dalamnya Bentang Alam Karst Maros Pangkep yang baru diresmikan tahun ini.
Sementara itu, Sekjen Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Sunung Baskoro mengatakan KBAK memiliki potensi sebagai geowisata dan juga memiliki nilai sejarah dari sudut arkeologi, karena terdapat situs-situs purbakala seperti di Leang-Leang, Maros yang terdapat bekas telapak tangan dan gambar babi rusa yang diprediksi 40 ribu tahun silam.
Dia mengatakan, banyak KBAK di wilayah Indonesia Timur itu merupakan peninggalan prasejarah dari sisi arkeologi maupun dari geologi, sehingga perlu adanya penelitian kolaborasi antara arkeologi dan geologi dan memunculkan cabang geoarkeologi.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Indra Badri mengatakan, KBAK menyimpan banyak keunikan yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya.
“Karena itu, KBAK yang menyimpan banyak keunikan itu harus dilakukan konservasi dan dilakukan penataan di lapangan,” ujarnya.*
Baca juga: BRIN ungkap kawasan karst dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih
Baca juga: Peneliti: Ekosistem karst perlu dijaga pendekatan wisata berkualitas

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Tiga desa di Flores Timur antisipasi banjir lahar gunung Lewotobi
- 18 November 2024
Pemantauan Gunung Lewotobi andalkan tiga stasiun yang tersisa
- 18 November 2024
Badan Geologi ingatkan warga tetap ikuti rekomendasi gunung Lewotobi
- 18 November 2024
Badan Geologi catat 314 kali gempa vulkanik dangkal Gunung Lokon
- 12 November 2024
Badan Geologi: Antisipasi potensi tsunami jika Gunung Iya erupsi
- 8 November 2024