Jakarta –
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menanggapi wacana mekanisme ‘war tiket’ atau sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang dalam pemberangkatan haji. Cak Imin menyebut wacana tersebut tidak efektif karena banyak orang yang sudah mengantre untuk berangkat haji.
“Saya belum melihat itu efektif ya, karena sistem antrean itu benar-benar sudah berjalan dan sudah lama orang mengantre,” kata Cak Imin kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cak Imin merasa kasihan dengan orang yang sudah mengantre lama. Dia menyoroti nasib jemaah yang tinggal menunggu beberapa tahun untuk berangkat haji.
“Ya saya kira masih ya, yang sudah terlanjut ngantre 5 tahun, kasihan. Yang sudah ngantre tinggal 2 tahun gimana? Apalagi yang sudah ngantre tinggal 2 tahun nasibnya gimana?” katanya.
Cak Imin menyebut wacana tersebut masih panjang untuk dibahas lebih lanjut. Dia kembali menegaskan sistem ‘war tiket’ haji tersebut hanya sekadar wacana.
“Itu masih wacana itu masih jauhlah, masih panjang. Bisa saja, tapi one day setelah proses, itu sekadar wacana gitu,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tengah mengkaji terobosan radikal untuk mengatasi persoalan antrean haji yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Salah satu wacana yang muncul adalah menerapkan mekanisme ‘war tiket’ atau sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang, layaknya proses pemberangkatan haji di masa lalu.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pemikiran progresif di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tujuannya adalah mencari solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Muncul pemikiran apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sebelum ada BPKH, Insyaallah tidak ada antrean,” ujar Menhaj dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M yang berlangsung di Asrama Haji Grand El Hajj (Asrama Haji Cipondoh), Tangerang, Banten pada Rabu (8/4/2026).
Dalam skema ‘war tiket’ ini, pemerintah nantinya akan mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Siapa pun yang siap secara finansial dan fisik bisa langsung mendaftar dan berangkat di tahun yang sama.
(dek/dek)






