Jakarta – KAI Commuter mencatat penurunan jumlah penumpang KRL di hari pertama penerapan work from home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat. Penurunan jumlah penumpang hingga siang tadi mencapai 27 persen.
“Hingga pukul 11.00 WIB hari ini, tercatat volume pengguna secara keseluruhan sebanyak 335.268 orang di wilayah Jabodetabek yang menurun sebesar 27 persen jika dibanding hari Jumat sebelum pemberlakuan WFH atau sebanyak 460.184 orang,” ujar VP Corporate secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Karina menerangkan penurunan terlihat pada stasiun-stasiun yang berdekatan dengan kawasan perkantoran pemerintah serta stasiun terintegrasi. Dari pantauan di Stasiun Bogor, hingga pukul 11.00 WIB tadi, terdapat tren penurunan volume pengguna.
Tercatat jumlah penumpang sebanyak 20.431 orang atau turun 26 persen dari hari sebelum kebijakan WFH yaitu sebanyak 27.659 orang. Kemudian di Stasiun Bekasi juga menurun 25 persen atau sebanyak 18.633 orang dari hari sebelum pemberlakuan WFH sebanyak 24.835 orang. Sedangkan di Stasiun Sudimara mengalami penurunan 35 persen atau 9.382 orang yang biasanya sebanyak 14.390 orang.
Adapun pantauan KCI di stasiun tujuan juga menurun. Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia masing-masing mengalami penurunan sebesar 24 persen atau 11.834 orang yang sebelumnya bisa mencapai 15.621 orang.
Sedangkan di Stasiun Gondangdia menurun 29 persen atau sebanyak 13.827 orang dari sebelumnya 19.504 orang. Dua stasiun ini merupakan akses utama menuju sejumlah kantor kementerian dan instansi pemerintahan. Kemudian Stasiun Palmerah juga mengalami penurunan 29 persen atau total 13.060 orang seiring.
“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” tambah Karina.
Meskipun terjadi penurunan penumpang, KAI Commuter tetap mengoperasikan perjalanan Commuter Line secara normal. Sebanyak 1.065 perjalanan per hari tetap disiagakan.
Karina juga menyampaikan KAI Commuter mendukung kebijakan pemerintah sebagai upaya pengaturan mobilitas masyarakat.
“KAI Commuter juga terus memantau pergerakan pengguna secara real-time melalui pusat kendali operasional untuk memastikan bahwa headway (jarak antar kereta) tetap terjaga sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya. (idn/dhn)





