Wamensos Dorong Penguatan Kapasitas Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat

Jakarta

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) untuk memperkuat kapasitas secara berkelanjutan. Ia menilai monev perlu dilakukan secara menyeluruh, baik pada tenaga pengajar maupun tenaga kependidikan, agar proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat berjalan maksimal.

“Peran wali asuh dan wali asrama tidak hanya administratif, tapi juga pengasuhan, pembinaan karakter, serta pendampingan sosial bagi peserta didik. Karenanya, perlu dilakukan pembinaan dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan melalui pelatihan, supervisi dan evaluasi berkala,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong, Kab. Bogor, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti pentingnya monitoring dan evaluasi terhadap tenaga kependidikan, termasuk wali asuh dan wali asrama. Menurutnya, pembinaan dan penguatan bagi mereka sangat diperlukan karena berhadapan langsung dengan anak-anak dari latar belakang yang beragam.

Meski sama-sama berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, Agus mengungkapkan setiap anak memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang diberikan pun harus disesuaikan agar pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

Dengan pendekatan tepat, Agus berharap siswa Sekolah Rakyat dapat menjalani proses belajar-mengajar dengan maksimal dan bisa menjadi pribadi yang berprestasi dan berkarakter. Ia juga berharap pola pikir siswa Sekolah Rakyat akan jadi semakin terbuka dan dapat menggerakkan pola pikir mereka agar terbebas dari kemiskinan.

Selain monev soal penguatan kapasitas tenaga pendidik, Agus juga menyoroti pentingnya pengendalian pasca libur Lebaran. Ia menekankan agar wali asuh dan wali asrama berperan aktif mendata siswa yang kembali ke sekolah.

Ia menekankan agar jangan ada siswa yang tidak terdeteksi dan tertinggal dalam proses pembelajaran. Jika terdapat kendala, seperti biaya atau jarak, wali asuh dan wali asrama diminta segera melaporkan dan mencari solusi bersama.

“Monev siswa setelah lebaran juga penting. Semua sekolah harus mendata siswa yang kembali ke sekolah. Jika ada yang kesulitan kembali, harus segera diidentifikasi masalahnya dan dicari solusinya agar anak-anak bisa mengikuti proses belajar-mengajar dengan baik,” pungkasnya.

(prf/ega)

  • Related Posts

    Kejagung Ungkap Awal Mula Dugaan Korupsi Petral Bikin Rugi Negara

    Jakarta – Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi Pertamina Energy Trading Limited (Petral) 2008-2015. Kejagung menjelaskan duduk perkara kasus ini. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak…

    Ibas Ajak Mahasiswa Penerima KIP-K Berinovasi hingga Bermimpi Besar

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri audiensi kebangsaan bersama para mahasiswa penerima KIP-K. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi serta pesan mendalam tentang arti kesempatan,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *