Prabowo Janji Tak Ada Lagi Kota Bau Sampah dalam 3 Tahun

PRESIDEN Prabowo Subianto meyakini permasalahan sampah di Indonesia terselesaikan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Menurut dia, persoalan itu bisa diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah buatan dalam negeri.

Prabowo menyampaikan ini dalam taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengklaim pemerintah memiliki strategi dan teknologi mumpuni yang dikembangkan sendiri oleh anak bangsa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kampus-kampus sekarang harus bekerja dan mereka sudah bekerja. Kita punya teknologi sekarang untuk membersihkan sampah, buatan kita sendiri, tidak terlalu mahal dari luar. Dalam waktu dua sampai tiga tahun sampah seluruh Indonesia akan kita selesaikan,” ujar Prabowo.

Dia optimistis tak ada lagi persoalan sampah di seluruh Indonesia pada masa mendatang. Ketua Umum Partai Gerindra ini menjanjikan tidak akan ada bau sampah lagi di setiap sudut jalan Indonesia.

“Tidak akan ada kota, jalan, tidak akan ada bagian Indonesia yang bau karena sampah dari Sabang sampai Merauke,” kata Prabowo.

Prabowo Subianto sebelumnya sempat menginstruksikan jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk mempercepat implementasi pengelolaan sampah di daerah. Langkah itu adalah bagian dari program waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi yang sedang dijalankan Badan Pengelola Investasi Danantara.

Adapun pembahasan kebijakan ini berlangsung dalam rapat terbatas yang digelar di rumah pribadi Prabowo, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 25 Maret 2026 lalu. Dalam rapat itu, hadir Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani, dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya.

“Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program waste-to-rnergy (WTE) atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis.

Presiden Prabowo, kata Teddy, ingin agar sampah di level daerah bisa segera ditangani oleh pemerintah pusat. “Presiden Prabowo menginginkan Pemerintah Pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik,” tutur Teddy.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Kota Semarang Siap Jadi Pusat Diskusi Nasional Praktik Baik MBG

    INFO TEMPO – Kota Semarang siap menjadi pusat diskusi nasional melalui acara “Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG)” pada 28-30 April 2026 mendatang. Bertempat di Hotel Gumaya, kegiatan…

    Longsor Timbun Warga dan Jalan Cadas Pengeran di Sumedang

    PERISTIWA longsor di Kabupaten Sumedang sempat menutup Jalan Raya Cadas Pangeran dan menimbun rumah warga pada Rabu, petang 8 April 2026. Menurut Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *