PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Indonesia termasuk salah satu negara paling aman apabila perang dunia III terjadi. Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai kondisi Indonesia lebih baik dari kebanyakan negara lain.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo menyampaikan pandangannya itu dalam taklimat saat rapat kerja bersama jajaran kementerian, lembaga, hingga BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. “Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” kata Prabowo dari podium.
Prabowo mengatakan dirinya tidak percaya bahwa kondisi Indonesia saat ini gelap. Narasi “Indonesia Gelap” pernah menjadi tajuk salah satu demonstrasi yang memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo pada awal 2025. “Bagi saya, Indonesia gelap enggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” tuturnya.
Prabowo memberi contoh yang dia nilai menunjukkan keamanan di Indonesia. Di Bali, kata dia, ada banyak warga negara Rusia dan Ukraina saat kedua negara tersebut tengah berperang.
Menurut Prabowo, perang saat ini terjadi di mana-mana. “Negara mana yang tidak perang sekarang? Kasih tahu,” ucap dia.
Prabowo menyoroti perang yang juga terjadi di kawasan Timur Tengah. Prabowo mempertanyakan ke mana uang serta modal yang berada di Timur Tengah akan berpindah di tengah kondisi tersebut.
Prabowo melihat kondisi itu sebagai peluang bagi Indonesia yang tidak mengalami perang. Indonesia, kata dia, salah satu tujuan investasi yang paling diminati. “Jadi saudara-saudara, intinya adalah kita sangat banyak potensi,” kata Prabowo.
Saat ini, kata Prabowo, pemerintahannya berencana membangun Kawasan Keuangan Khusus (Special Financial Zone/SFZ). Tujuannya untuk menjadi wadah bagi para pelancong hingga warga negara asing yang negaranya mengalami perang untuk berinvestasi di Indonesia.
Pemerintah menyatakan mereka nantinya bisa menanamkan investasinya dengan insentif pajak yang menarik hingga regulasi yang lebih ringan.
Presiden menyebutkan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan untuk membangun SFZ di Bali. Rencana ini menjadi pertimbangan sejak pembahasan dilakukan beberapa tahun lalu.
Dengan adanya kawasan ini, pemerintah berharap nantinya investasi masuk dari negara yang saat ini dalam kondisi peperangan. Misalnya dari kawasan Timur Tengah atau Rusia dan Ukraina, bisa beralih ke Indonesia. Sebab, menurut Prabowo, Indonesia aman dari perang.






