Bripka Mahir Gagas 'Kembali ke Jalan Benar', Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

Jakarta

Bripka Jumahir dikenal sebagai polisi lalu lintas (polantas) yang mencetuskan tagline ‘Kembali ke Jalan yang Benar’. Ungkapan itu ia gunakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat untuk tertib berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

Bripka Mahir yang kini bertugas sebagai Bintara Satlantas Polrestabes Makkasar diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026. Dia dikenal aktif menggunakan media sosial untuk menginformasikan aktivitas dan tugasnya kepada masyarakat.

Salah satu yang menceritakan mengenai sosok Bripka Mahir adalah Wanny, pegawai di salah satu dealer sepeda motor. Wanny kerap berinteraksi dengan Bripka Mahir karena pekerjaannya yang juga mengkampanyekan keselamatan berkendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dalam hal ini, seiring kampanye kami ini, kami merasa terbantukan dengan beliau. Artinya, beliau ini adalah salah satu sosok yang di mana ya boleh dikata ya ‘beda dengan yang lain’,” kata Wanny kepada detikcom, Senin (9/3/2026).

Wanny menilai Bripka Mahir ini berbeda dengan sosok aparat lainnya. Aipda Mahir disebut lebih menekankan pada edukasi dibandingkan dengan penindakan.

“Memang ada beberapa yang penindakan, tapi lebih banyak ke edukasi. Kalau saya lihat penindakan itu kalau sudah memang kasusnya sudah istilahnya sudah berulang kali ditegur, nah itu beliau adakan penindakan,” ujar Wanny.

Dia menceritakan salah satu contoh tindakan Bripka Mahir saat menemukan pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Pemotor itu tidak ditilang tapi akan diminta untuk mengambil helmnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

“Jadi kayak dia tidak menggunakan helm, jadi tidak langsung ditindaki, ‘Oh, kamu ditilang sekian-sekian’. Tapi lebih mengedukasi. ‘Ya sudah, kamu ambil helmmu, kita tunggu sampai ini’,” kata Wanny.

“Jadi tidak mencari orang yang tidak pakai helm sebenarnya, cuman kalau yang tidak pakai helm, oke dia edukasi penggunaan helmnya seperti apa, kemudian dia suruh mereka cari helm dan kalau sudah oke dia tidak tindaki, tapi ada note-nya, catatan bahwa oh orang ini sudah pernah ditegur. Jadi nanti kalau berulang lagi, itu harus ditindak seperti itu,” sambung Wanny.

Selain itu, Wanny memberikan kesaksian bahwa Bripka Mahir tidak menerima ‘uang damai’ dari pengendara yang ketahuan melanggar. Justru, kata Wanny, Bripka Mahir lah yang sering mengeluarkan uang untuk membantu warga.

“Beliau lebih mau mengeluarkan duit buat orang, bukan mau mengambil uang dari orang. Umpama tindaki tilang, begitu ditilang, ya betul-betul tilang. Karena itu sudah kalau saya menurut dia itu, kalau dia sudah menilang orang itu berarti itu sudah, sudah parah sih sebenarnya. Sudah parah jadi sudah tidak bisa ditegur,” tutur dia.

Wanny juga menekankan bahwa aksi yang dilakukan Bripka Mahir mengedukasi para pengendara bukan sebatas konten, melainkan tulus untuk mengajak warga tertib dalam berlalu lintas.

Cerita Bripka Mahir

Saat dihubungi detikcom, Bripka Mahir menceritakan tugasnya dalam mengedukasi masyarakat di jalanan dilakukan dengan humanis. Dia tidak langsung menilang mereka yang melanggar aturan namun memberikan pemahaman agar tidak mengulangi kesalahan.

“Tidak ditindak dengan tilang, tapi diedukasi untuk bisa tertib,” kata Bripka Mahir.

Ketika melihat pelanggaran, Bripka Mahir langsung memvideokan hal tersebut agar semua tindakan dilakukan sesuai aturan. Dia menolak ‘uang damai’ dari para pengendara agar bisa lolos dari polisi.

“Termasuk apabila ada upaya untuk mengajak untuk bersengkongkol melakukan damai di tempat, atau dalam tanda kutip pungli, itu kami videokan agar semua sesuai prosedur. Tidak boleh ada yang diselesaikan di luar prosedur,” kata Bripka Mahir.

Jumlah uang yang coba diberikan oleh para pengendara pun beragam mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Namun Bripka Mahir teguh untuk tidak menerima duit pungli tersebut.

Alih-alih menerima uang itu, Bripka Mahir memilih untuk mengedukasi masyarakat bahwa tindakan seperti itu tidak boleh dilakukan. Dia meminta masyarakat untuk suportif mengakui kesalahan.

“Apabila melanggar, masyarakat harus sportif saja mengakui kesalahannya, dan tidak akan mengulangi. Insyaallah petugas kepolisian akan membantu sepanjang pelanggarannya itu tidak fatal. Dan apabila ada yang coba-coba untuk memaksa, maka itu akan kami videokan, kami viralkan, kalau berupaya untuk menyogok petugas kepolisian,” ujar dia.

Dia menceritakan salah satu tindakan yang dilakukannya saat menemukan pelanggar lalu lintas. Jika ada pengendara yang melawan arus, Bripka Mahir akan memintanya untuk berputar kembali ke jalan yang sesuai.

“Kalau dia tidak pakai helm, maka saya arahkan untuk telepon keluarganya suruh bawa helm datang, atau kalau tidak ada keluarganya yang bisa bawa datang helm, saya sewakan Grab pakai uang pribadi saya untuk bisa pulang ambil helm. Atau kalau tidak bisa dengan cara itu, saya pinjamkan helm dinas saya sambil saya tunggu datang dia bawa helm,” ujar Bripka Mahir.

Bripka Mahir sendiri sudah berdinas di satuan lalu lintas sejak 13 tahun lalu. Namun baru menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi kepada warga pada 2024.

“Saya mengedukasi sejak maraknya medsos di Indonesia, sejak tahun 2024. Karena keresahan masyarakat terkait banyaknya pelanggaran melawan arus di ruas-ruas jalan,” imbuh dia.

Bripka Mahir selalu berupaya untuk mengunggah konten mengenai aktivitas dan tugasnya setiap hari. Langkah yang dilakukannya itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

“Jadi alhamdulillah semenjak saya viral di media sosial, banyak masyarakat menyampaikan apresiasi, itu yang pertama. Yang kedua, dengan adanya saya, semakin banyak masyarakat yang takut melanggar karena takut ketemu dengan saya, takut diviralkan,” ujar dia.

Dia ingin mengubah citra polantas yang selama ini dianggap buruk di mata masyarakat. Menurut Bripka Mahir, citra polisi bisa semakin baik jika polantasnya juga dipandang baik.

“Polantas yang baik itu ya yang dicintai masyarakat, yang diharapkan kehadirannya sama masyarakat. Polantas itu tidak harus ditakuti sama masyarakat. Jadi terdorong dari itu, saya berusaha memperbaiki citra polantas terutama, dan Polri pada umumnya, bisa dipercaya di masyarakat,” imbuh Bripka Mahir.

Awal Mula Tagline Kembali ke Jalan yang Benar

Bripka Mahir menjelaskan awal mula tercertusnya tagline ‘Kembali ke Jalan yang Benar’. Ungkapan itu terinspirasi dari tugasnya yang kerap berpatroli untuk meminta masyarakat mematuhi aturan lalu lintas dan kembali ke jalan yang sesuai.

“Jadi awal-awal viral itu masyarakat menginginkan bahwa Pak, ini harus ada ciri khas tersendiri, Bapak harus punya brand tersendiri supaya bisa dikenal orang. Satu minggu setelah video saya viral, semacam dapat inspirasi, dan kebetulan di bulan puasa juga pada waktu itu,” ujar dia.

Dia menilai ungkapan tersebut bukan hanya berlaku di jalanan, tapi juga bermakna umum untuk kehidupan masyarakat. Dia pun bersyukur tagline tersebut dapat diterima baik oleh semua pihak.

“Inspirasi jadi tanpa sengaja terlintas di pikiran saya bahwa oh iya cocok ‘kembali ke jalan yang benar’ bukan cuma bisa berlaku di bidang lalu lintas di jalanan, tapi seluruh aspek kehidupan. Itu bisa diterima baik dengan masyarakat,” ujar dia.

Bripka Mahir juga menjelaskan prinsip yang ia pegang selama bertugas di kepolisian. Dia meyakini bahwa jabatan dan pangkat itu hanya sementara.

“Jadi prinsip saya bahwa jabatan, pangkat, ini semua kan hilang, akan bisa diambil, bahkan bisa dicabut di suatu saat. Tapi orang-orang akan ingat bagaimana kita memperlakukan mereka pada saat kita masih ada jabatan,” tutur dia.

(knv/lir)

  • Related Posts

    3 Bupati Aceh Usulkan Huntap Komunal untuk 1.570 KK

    INFO TEMPO – Setelah upaya panjang menekan jumlah pengungsi dari 2,1 juta jiwa menjadi 26 kepala keluarga atau 96 orang, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai prioritas utama saat ini…

    Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polri Bongkar Kasus Penyelewengan BBM-LPG Subsidi

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi Bareskrim Polri yang telah mengungkapkan kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi yang merugikan negara. Habiburokhman memuji keberhasilan Polri…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *