Jakarta –
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menegaskan negara tidak boleh kalah menghadapi persoalan distribusi dan impor gula rafinasi yang hingga kini masih terus berulang. Andre meminta permasalahan ini diselesaikan segera.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR bersama mitra kerja. Andre Rosiade menyampaikan persoalan gula rafinasi telah berlangsung sejak lama dan terus membebani berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Negara tidak boleh kalah dan negara harus hadir untuk kepentingan rakyat,” tegas Andre, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre Rosiade juga menyinggung persoalan ini bahkan sudah menjadi perhatian sejak periode sebelumnya. Dia mengingatkan berbagai pihak di Komisi VI DPR telah menyampaikan sikap yang jelas terkait solusi yang harus diambil.
Lebih lanjut, Andre Rosiade mengatakan Komisi VI DPR akan mengambil dua langkah strategis dalam menyikapi persoalan tersebut. Pertama, pembentukan panitia kerja (panja) untuk pengawasan impor gula.
Kedua, memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk menugaskan BUMN dalam melakukan impor gula rafinasi guna menghindari mekanisme reimburse yang selama ini menjadi sumber masalah.
Menurutnya, skema reimburse impor gula rafinasi telah menimbulkan beban kerja dan keuangan bagi BUMN. Ia mencontohkan, pada tahun 2025 pemerintah sempat memberikan penugasan kepada ID Food, termasuk pemberian pinjaman hingga Rp1,5 triliun yang kini disebut telah lunas.
“Ini masalahnya kan reimbursan. Kita ingin ini dihentikan agar tidak lagi membebani BUMN,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Andre Rosiade.
Andre juga menambahkan, penugasan impor gula rafinasi nantinya dapat diberikan kepada BUMN seperti ID Food atau PT Pupuk Indonesia Niaga (PT PEN), tergantung keputusan pemerintah.
Ia berharap rapat Komisi VI dapat menghasilkan keputusan yang konkret dan tidak lagi bertele-tele dalam menyelesaikan persoalan gula rafinasi yang terus berulang setiap tahun.
“Supaya rapat ini produktif dan kita bisa mengambil keputusan, jangan lagi bertele-tele masalah gula rafinasi,” kata Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Andre Rosiade.
Di akhir pernyataannya, Andre juga menegaskan optimismenya terhadap pemerintahan saat ini dalam menyelesaikan persoalan ekonomi rakyat.
“Ini eranya Presiden Prabowo, Presiden Rakyat Indonesia,” tutupnya.
Dalam Kesimpulan Rapat Komisi VI DPR RI bersama dengan Mitra Kerja, Komisi VI mendorong agar Impor Gula Rafinasi dilakukan hanya melalui BUMN.
(azh/idn)





