Serangan udara Israel menghasilkan sedikitnya 10 warga Palestina di dekat sekolah Gaza

Drone dilaporkan menembakkan rudal ke daerah dekat kamp pengungsi Maghazi.

Serangan udara Israel telah menyebabkan sedikitnya 10 ⁠orang dan melukai beberapa ⁠lainnya di dekat sebuah sekolah yang menampung pengungsi Palestina di Gaza tengah, menurut pejabat kesehatan.

Serangan pada hari Senin terjadi ketika warga Palestina bentrok dengan anggota milisi dukungan Israel yang dilaporkan menyerang sekolah tersebut dalam upaya untuk mengungkapkan beberapa orang, menurut petugas medis dan warga.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

“Setidaknya 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, termasuk enam orang dalam kondisi kritis, akibat penembakan dan bentrokan Israel di timur Kamp pengungsi Maghazi,” kata Rumah Sakit Martir Al-Aqsa dalam sebuah pernyataan.

Di tengah bentrokan, ⁠drone Israel menembakkan dua rudal, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai beberapa lainnya, tambah para Saksi mata.

“Warga berusaha mempertahankan rumah mereka, namun pasukan penduduk langsung menargetkan mereka,” kata Ahmed al-Maghazi kepada kantor berita Reuters.

Pemimpin milisi yang didukung Israel mengatakan dalam sebuah video yang diterbitkan kemudian bahwa mereka membunuh sekitar lima anggota Hamas.

Al Jazeera tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen. Belum ada komentar langsung dari Hamas.

Anggota keluarga tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, tempat para korban dibawa menyusul serangan Israel di kamp pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah pada 6 April 2026.
Anggota keluarga tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, tempat para korban dibawa setelah serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi di Jalur Gaza tengah. [AFP]

‘Zona Aman’

Selama dua tahun perang genosida Israel di Gaza, kamp pengungsi Maghazi ditetapkan oleh militer Israel sebagai zona aman.

Menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Palestina di Timur Dekat (UNRWA), kamp tersebut sebelumnya merupakan salah satu kamp pengungsi terkecil di wilayah kantong Palestina, dengan sekitar 30.000 penduduk. Pada bulan-bulan pertama perang, populasinya meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Meskipun ditetapkan sebagai “zona aman”, militer Israel menargetkannya dengan berbagai serangan mematikan. Satu serangan pada bulan Desember 2023 menghasilkan lebih dari 100 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak yang menjadi pengungsi.

Sejak “gencatan senjata” yang rapuh terjadi pada bulan Oktober, Israel terus menyerang lokasi-lokasi di Jalur Gaza, termasuk kamp Maghazi.

Sebelumnya hari ini, seorang anggota staf dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah tersebar di Gazadan beberapa lainnya terluka ketika tentara Israel menembaki kendaraan mereka, menurut sumber, termasuk koresponden Al Jazeera.

  • Related Posts

    PSI: Balas Laporan JAKI Pakai Foto AI Rusak Kepercayaan Publik

    Jakarta – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu menyoroti laporan masyarakat mengenai parkir liar lewat aplikasi JAKI dibalas menggunakan foto diduga rekayasa akal imitasi (artificial intelligence/AI). Dia menilai…

    Kemenhan Bantah Sudah Teken Kontrak 12 Jet Pilatus PC-24

    KEMENTERIAN Pertahanan membantah telah meneken kontrak pengadaan 12 unit pesawat jet Pilatus PC-24 seperti yang tercantum dalam laman resmi produsen. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Rico Ricardo Sirait mengatakan hingga…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *