Kelompok Houthi di Yaman mengatakan mereka menyerang Israel bersama pendukung mereka Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Pemberontak Houthi di Yaman mengatakan mereka telah melancarkan serangan yang menargetkan Israel, terkoordinasi bersama pendukung Houthi, Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Sekutu ketiga tersebut “meluncurkan rentetan rudal jelajah dan drone yang menargetkan beberapa situs penting dan militer milik musuh Israel” pada hari Senin, kata juru bicara militer Yahya Saree dalam sebuah pernyataan.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 4 barang
- daftar 1 dari 4Apakah Trump telah mengkonfirmasi Iran bahwa pengunjuk rasa senjata AS?
- daftar 2 dari 4Dalam peta dan foto: Lima jembatan sipil Iran berisiko terkena serangan AS
- daftar 3 dari 4Di mana pembangkit listrik Iran yang diancam akan dihancurkan oleh Trump?
- daftar 4 dari 4Tembakan tentara Israel terhadap kendaraan WHO di Gaza selatan menunjukkan satu orang, lapor petugas medis
daftar akhir
Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, bergabung dalam perang untuk mendukung Iran pada tanggal 28 Maret.
Mereka sebelumnya melancarkan serangan terhadap Israel dan bertujuan mengirim di Laut Merah dan Teluk Aden selama perang Israel di Gaza, yang menurut mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Sementara itu, para pejabat Israel mengatakan empat jenazah orang yang tewas dalam serangan Iran sehari sebelumnya di sebuah bangunan tempat tinggal di kota Haifa di utara telah ditemukan.
Peran Hizbullah yang dilaporkan dalam serangan tersebut terjadi ketika Israel terus menggempur Lebanon, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan kelompok bersenjata yang didukung Iran.
Serangan terbaru terjadi di pinggiran selatan Beirut pada hari Senin. Tentara Israel menyatakan mereka “menyerang sasaran teror Hizbullah di Beirut”. Serangan juga dilaporkan terjadi di selatan Lebanon.
Pada hari Minggu, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah menyerang dua pompa bensin Amana “yang dikendalikan oleh Hizbullah dan berfungsi sebagai infrastruktur keuangan penting” yang mendukung kegiatan kelompok tersebut.
Di Lebanon selatan, Kementerian Kesehatan mengatakan empat orang tewas dalam serangan terhadap sebuah mobil di Kfar Rumman, dekat kota Nabatieh.
Kantor Berita Nasional (NNA) yang dikelola pemerintah juga melaporkan serangan mematikan di tempat lain di selatan dan timur negara itu, termasuk di desa Burj Rahal di distrik Tire.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel menunjuk seorang paramedis dari Asosiasi Pramuka Risala yang bersekutu dengan Hizbullah pada hari Senin.
Dikatakan juga dua paramedis dari Komite Kesehatan Islam tewas dalam serangan Israel sehari sebelumnya.
Ketua Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan di X bahwa WHO “telah memverifikasi 92 serangan terhadap fasilitas kesehatan, kendaraan medis, personel, dan gudang”.
“Tindakan ini tidak bisa menjadi norma baru,” tambahnya.
Pada hari Minggu, serangan di lingkungan Jnah di Beirut terjadi di dekat fasilitas medis umum terbesar di negara itu, menjangkau lima orang, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun dan dua warga negara Sudan, kata publikasi tersebut.
Juga pada hari Minggu, serangan di kota Ain Saadeh, sebelah timur Beirut, menurunkan tiga orang, termasuk dua wanita, kata pihak yang berwenang.
Di antara korban tewas adalah Pierre Mouawad, seorang pejabat lokal di Pasukan Lebanon, sebuah partai Kristen yang sangat menentang Hizbullah, dan istrinya, sebuah insiden yang semakin mengancam perpecahan internal mengenai Hizbullah ketika serangan Israel meluas ke wilayah-wilayah baru di negara tersebut.
Lebanon mengatakan 1.497 orang tewas sejak perang meletus, termasuk 57 petugas kesehatan.





