MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan rekomendasi kebijakan ekonomi hingga diplomasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Kalla, dokumen rekomendasi sudah disampaikan ke kantor kepresidenan pada 25 Maret 2026.
Kalla berujar, saran-saran itu merupakan buah hasil pembicaraannya dengan sejumlah akademikus, ekonom, mantan duta besar, hingga kalangan profesional sepanjang bulan Ramadan lalu. Ia menegaskan bahwa tidak ada kalangan politikus alias orang partai politik yang melakukan persamuhan ke kediaman pribadinya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini menyebut para tokoh yang mendatanginya itu hadir atas kemauan sendiri, tanpa undangan. “Dengan niat baik untuk memberikan saran, saran kebijakan kepada Bapak Presiden,” ucap Kalla menjelaskan pertemuan-pertemuannya dengan para tokoh, di rumahnya, di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Ahad, 5 April 2026.
Kalla menjelaskan, rekomendasi itu meliputi sektor ekonomi, diplomasi, pemerintahan daerah, hingga sistem pemerintahan secara umum.
Dia pun mencontohkan rekomendasi untuk isu pemerintahan daerah. Menurut Kalla, kebijakan efisiensi anggaran pemda mengaburkan otonomi daerah. Kebijakan tersebut juga menyebabkan daerah kesulitan bekerja secara maksimal.
Ia menyoroti bahwa anggaran pemda di era pemerintahannya sebesar 30 persen, namun sekarang tersisa 17 persen. “Akhirnya daerah tidak bisa banyak berbuat. Jalan-jalan pada rusak tidak bisa diperbaiki akibat anggarannya yang dipotong seperti untuk kebutuhan, seperti makan gratis, koperasi atau alutsista,” kata Kalla.
Selain itu, tutur Kalla, para ahli juga memberikan saran terkait dengan cara komunikasi pemerintahan Prabowo. “Bagaimana sebaiknya komunikasi pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Kata Kalla, dirinya dengan para ahli sudah mengambil kesimpulan-kesimpulan dan menyampaikannya kepada Presiden. Adapun saran-saran itu disusun menjadi satu dokumen berisi sekitar enam halaman.
Ia pun menekankan bahwa pertemuan-pertemuan itu bersifat terbuka, tanpa agenda politik tertentu. “Jadi ini terbuka dan memang niatnya untuk memberikan saran. Bukan niat untuk menjatuhkan, sama sekali tidak. Ini saran tentang keadaan situasi,” ujar Kalla.
Lebih lanjut, Kalla mengatakan siap menemui Prabowo secara langsung untuk menyampaikan rekomendasi-rekomendasi kebijakan ini. Namun, dia memahami bahwa Presiden memiliki banyak kesibukan. “Tapi kalau beliau ada waktu saya bersedia untuk hadir, datang untuk menyampaikan itu,” kata Kalla.






