Warga Batang Dua Rayakan Paskah di Tenda Darurat Pascagempa

WARGA Desa Mayau, Pulau Batang Dua, Kota Ternate memilih melakukan rangkaian ibadah perayaan paskah di tenda darurat, pascagempa bumi dengan magnitudo 7,6 pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 07:48 WIT. Hal itu dilakukan lantaran gedung gereja mereka roboh dan rusak akibat gempa.

“Tahun ini memang beda, kalau paskah tahun sebelumnya kita rayakan meriah kali ini kami hanya melaksanakannya di tenda darurat. Tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk ibadah paskah,” kata Linda Kaunang, 47 tahun, salah satu warga Batang Dua kepada Tempo Jumat 3 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Linda mengatakan, pelaksanaan jumat agung kali ini berlangsung sederhana di tenda darurat dan tidak dirayakan secara meriah. Banyak masyarakat Pulau Batang Dua yang memilih melakukan ibadah paskah secara sederhana pasca gempa yang terjadi pada kamis kemarin. Tenda yang kecil dan sempit, tidak membuat masyarakat untuk tidak merayakan paskah.

“Gereja kami saat ini mungkin sudah roboh, tetapi itu tidak dengan iman. Itulah kenapa ada banyak masyarakat batang dua yang merayakan paskah meski di tenda,’ujar Linda.

Rizal Marsaoly, Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Kota Ternate mengatakan, dari data yang dikumpulkan, setidaknya ada empat gereja di Pulau Batang Dua yang mengalami kerusakan berat pascagempa yang terjadi pada kamis kemarin. Empat gereja itu berada di Kelurahan Bido, Tifure, Mayau dan Pante Sagu. 

“Kondisi bangunan gereja semuanya mengalami kerusakan ringan dan berat. Ada beberapa diantaranya bahkan tidak tidak bisa digunakan karena roboh,”kata Rizal kepada Tempo Jumat 3 April 2026

Menurut Rizal, selain rumah ibadah, gempa juga membuat jumlah rumah warga di pulau batang dua mengalami kerusakan berat. Berdasarkan pendataan lapangan tercatat sebanyak 32 rumah mengalami rusak berat, 36 rumah rusak sedang, dan 65 rumah rusak ringan. 

“Saat ini kami masih di lapangan, meski dampak gempa cukup berat, tetapi aktivitas masyarakat sudah kembali normal. Kami juga sudah menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah,”ujar Rizal. 

Sebelumnya gempa dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Ternate dan Tidore. Pusat gempa yang terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer sempat membuat warga panik. Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara..

  • Related Posts

    Kapal Mati Mesin Mendadak di Kepulauan Seribu, 54 Penumpang Dievakuasi

    Jakarta – Polres Kepulauan Seribu merespons cepat insiden kapal KM Ansori yang mendadak mati mesin di perairan timur Pulau Lancang Kecil, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seluruh penumpang kapal dievakuasi…

    Simak Info Pencairan KJP Plus 2026 Tahap 1 untuk Februari di Bulan Ini

    Jakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menginformasikan pencairan dana KJP Plus Tahun 2026 tahap 1 untuk bulan Februari 2026. Dana akan cair di bulan ini. Mengutip dari unggahan akun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *