PELAKSANAAN Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akan digelar secara nasional pada 21–30 April 2026. Universitas Jember (UNEJ) sebagai salah satu penyelenggara turut mengikuti uji coba nasional yang digelar Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Uji coba tersebut diikuti 74 Pusat UTBK di seluruh Indonesia dan berlangsung selama dua hari hingga Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan perangkat komputer serta sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Ketua Pusat UTBK Universitas Jember yang juga Wakil Rektor I, Slamin, mengatakan uji coba dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal saat pelaksanaan UTBK nanti. Selain itu, uji coba tersebut bertujuan memastikan seluruh personel memahami tugasnya dan siap menghadapi kendala di lapangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Uji coba ini semacam gladi resik pelaksanaan UTBK SNBT. Jadi kami menyiapkan seluruh perangkat, seperti 955 komputer yang ada di 31 ruang yang tersebar di 20 lokasi di kampus Tegalboto. Semua perangkat dan pendukungnya kami pastikan berfungsi dengan baik,” tegas Slamin yang juga guru besar dalam bidang Ilmu Komputer khususnya Graph Theory atau Teori Graf ini, Kamis, 2 April 2026.
Kesiapan menggelar UTBK SNBT juga disampaikan oleh Koordinator TIK Pusat UTBK Universitas Jember Bayu Taruna yang bertanggung jawab pula pada keamanan TIK. Dia menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah kecurangan, termasuk memastikan seluruh komputer bersih dari aplikasi selain sistem UTBK SNBT.
Selain itu pada H-2 pelaksanaan ujian, semua ruang akan disterilkan dan disegel, sementara kunci ruang akan disimpan oleh Penanggung Jawab Lokasi (PJL). Pada saat ujian berlangsung, teknisi TIK akan siaga memantau potensi gangguan maupun upaya pelanggaran sistem. Setelah ujian, seluruh perangkat kembali diperiksa untuk memastikan keamanan.
“Pada pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini, Panitia Pusat SNPMB juga sudah menyiapkan sistem operasi khusus yang akan dipakai di setiap perangkat komputer. Kami sudah melatih semua teknisi TIK yang bertugas agar bisa mengaplikasikan sistem operasi khusus ini,” tutur Bayu Taruna yang juga Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember.
Kewaspadaan juga ditekankan kepada semua pengawas ujian, baik pada saat sebelum, selama dan sesudah ujian. Pengawas diperintahkan memeriksa peserta UTBK SNBT dengan metal detektor dan memeriksa peralatan yang dicurigai sebagai gawai tertentu. Pengawasan juga dilakukan selama ujian serta setelah ujian selesai. Oleh karena itu pengawas harus peka dan selalu waspada.
Dihubungi secara terpisah, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna meminta seluruh personel yang terlibat langsung maupun tidak langsung pada UTBK SNBT 2026, agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas. Dia menekankan semua personel yang terlibat harus memiliki pemahaman yang sama dan mengikuti Prosedur Operasi Baku UTBK SNBT yang sudah ditetapkan.
Untuk menjamin kelancaran UTBK SNBT 2026, Universitas Jember melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) serta Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam pelaksanaan UTBK SNBT. LPMPP UNEJ akan melakukan pengawasan dan evaluasi di sisi teknis dan tata laksana kegiatan, penyiapan SDM, penyediaan sarana dan prasarana serta layanan bagi peserta. Sementara SPI akan mengawasi dan mengevaluasi sisi penganggaran dan keuangan UTBK SNBT di Pusat UTBK UNEJ.
“Saya juga meminta Pusat UTBK UNEJ bersama LPMPP UNEJ untuk menyeleksi dan mengevaluasi personil yang akan bertugas sebagai panitia. Jika dari evaluasi pelaksanaan di tahun lalu kinerjanya tidak memenuhi ketentuan, maka sebaiknya digantikan dengan personil lainnya,” uajr Iwan Taruna.





