PEMERINTAH angkat bicara soal permintaan Korea Selatan berkaitan dengan suplai gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) dan batu bara dari RI. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyinggung kebutuhan energi berupa LNG dan batu bara buntut kondisi geopolitik yang memanas di kawasan Asia Barat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan membahas lebih lanjut permintaan Korea Selatan itu. Sebab, kebutuhan dalam negeri khususnya untuk LNG juga mengalami kenaikan. “Tentu ini nanti akan menjadi hal tersendiri, karena kita memang domestic demand terhadap LNG juga meningkat,” kata Airlangga seusai menghadiri forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth, di Seoul, pada Rabu, 1 April 2026, dikutip dari keterangan video Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Airlangga menerangkan, kebutuhan energi Korea Selatan masih mengandalkan pasokan dari negara-negara di Asia Barat. Sementara itu, Asia Barat masih bergejolak akibat perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Maka dari itu, ujar Airlangga, Korea Selatan menganggap ada alternatif yang bisa disokong oleh Indonesia. “Korea yang 70 persen daripada energinya bergantung kepada Timur Tengah, itu merasa bahwa ada alternative energy yang bisa dibantu oleh Indonesia, yaitu terkait dengan supply LNG dan batu bara,” tutur Airlangga.
Presiden Republik Korea Lee Jae-myung sebelumnya mengutarakan keinginannya meningkatkan kerja sama pada sektor energi dengan Indonesia, di tengah ketidakpastian global imbas perang Asia Barat. Presiden Lee mengungkapkan ini secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam persamuhan bilateral di Gedung Biru atau Istana Kepresidenan Korea Selatan, di Seoul, pada Rabu, 1 April 2026.
Lee menjelaskan, selama lebih dari 50 tahun hubungan diplomatik terjalin, Indonesia dan Korea Selatan telah menjadi teman dan mitra yang berharga. “Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia adalah berkah bagi satu sama lain,” ujar Presiden Lee, dikutip dari video yang diunggah pada YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Lee, dalam tatanan global yang cepat berubah ini, kerja sama antara kedua negara yang berbagi nilai-nilai yang sama akan sangat penting, terutama mengingat situasi di Asia Barat. “Kami merasa sangat tenang mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batu bara dengan sangat stabil ke Korea,” kata Lee.
Maka dari itu, Lee menginginkan Indonesia dan Korea Selatan memperluas kerja sama dalam hal pasokan energi yang stabil dan keamanan sumber daya. Hal ini guna meminimalkan dampak krisis terhadap perekonomian dan kehidupan rakyat.
“Kerja sama antara kedua negara kita yang berbagi nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti sekarang,” kata Presiden Lee.






