SEPULUH program studi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki tingkat persaingan tinggi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP yang hasilnya diumumkan secara serentak pada 31 Maret 2026. Di sisi lain, UPI menjadi kampus negeri dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026 hingga mencapai 53.311 orang pendaftar.
“Melonjaknya jumlah peminat akan berdampak positif terhadap kualitas mahasiswa yang diterima,” kata Rektor UPI Didi Sukyadi, Rabu 1 April 2026.
Program studi yang kompetitif itu adalah manajemen dengan daya tampung 25 orang dan peminatnya 1.976 orang atau rasio lolosnya 1:79. Kemudian keperawatan dengan jumlah kuota 29 kursi yang diperebutkan oleh 2.190 pendaftar sehingga rasionya 1:76. Berikutnya kedokteran dengan peminat 754 orang sementara jatahnya hanya 10 kursi atau rasionya 1:75.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara program studi ilmu komunikasi diminati 1.560 orang yang bersaing untuk 23 kursi, rasio keketatannya 1:68. Pendidikan tata boga pun jadi pilihan favorit bagi 968 orang pendaftar yang kuotanya hanya 16 atau rasionya 1:61, sedangkan teknologi pangan yang diminati 700 orang hanya menerima 12 calon mahasiswa baru (1:58).
Rasio keketatan akuntansi 1:56 dengan 1.353 orang peminat yang bersaing untuk 24 kursi. Ada pun kuota 16 kursi ilmu komputer diperebutkan 844 orang pendaftar (1:53), psikologi diminati 1.836 orang yang mengincar kuota 48 kursi (1:38). Rasio keketatan yang sama pada teknik elektro dengan daya tampung 17 kursi sementara pendaftarnya 646 orang.
“Tingginya angka keketatan ini mencerminkan peningkatan kualitas persaingan antar peserta SNBP dalam memperebutkan kursi di program studi unggulan UPI,” kata Didi.
Sementara Direktur Direktorat Pendidikan UPI Asep Supriatna mengatakan ada beberapa faktor yang membuat UPI diminati banyak pendaftar SNBP 2026. “Secara geografis UPI mudah dijangkau oleh masyarakat karena memiliki kampus yang tersebar di beberapa wilayah seperti Bandung, Cibiru, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, dan Serang,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa 31 Maret 2026.
Faktor lainnya menurut Asep yaitu UPI menawarkan jumlah program studi yang cukup banyak yaitu 106 program studi untuk jenjang D4 dan S1. Selain itu, program studi di UPI tidak hanya berfokus pada bidang kependidikan melainkan juga mencakup berbagai bidang ilmu dan teknik.
Namun begitu, sejauh ini pihak UPI belum mengeluarkan angka resmi daya tampung jalur SNBP 2026. “Biasanya angka detail baru muncul setelah penerimaan karena suka ada kasus yang tidak daftar ulang,” kata Vidi Sukmayadi, Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI kepada Tempo, Selasa 31 Maret 2026. Alokasinya mengacu ketentuan minimal 20 persen dari total daya tampung UPI sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), serta besaran daya tampung jalur SNBP UPI 2025 sebanyak 3.671 kursi. Sedangkan mahasiswa baru yang daftar ulang pada tahun lalu 3.556 orang.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, menetapkan kuota total mahasiswa baru UPI 2026 sebanyak 12.415 orang dari jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Daya tampung itu disesuaikan dengan kondisi rasio dosen mahasiswa serta fasilitas yang ada. Pada tahun ini UPI tidak menambah program studi baru bagi mahasiswa S1.
Pada perguruan tinggi negeri bestatus berbadan hukum (PTNBH) seperti UPI, ketentuan penerimaan mahasiswa baru 2026 berdasarkan seleksi nasional berdasarkan prestasi atau SNBP minimal 20 persen. Lewat seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) minimum 30 persen. Sedangkan dari jalur seleksi mandiri ditetapkan maksimal penerimaan hingga 50 persen.






