KETUA Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan atau Zulhas mengecam serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Zulhas juga mengutuk serangan Israel terhadap masyarakat di Gaza, Palestina, yang tak berkesudahan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menteri Koordinator Bidang Pangan itu mengaku sulit terlelap saat menyimak eskalasi konflik di Timur Tengah. Dia mengatakan itu di hadapan kader PAN saat rapat kerja nasional hari ini.
“Saya kadang-kadang susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur. Di luar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia. Saya kira biadab gitu, apalagi sekarang terhadap Palestina di Gaza gitu,” ujar dia dalam sambutan di kantor Dewan Pimpinan Pusat PAN, Jakarta Selatan, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Menurut Zulhas, perkembangan konflik yang makin memanas di Timur Tengah telah melewati batas akal sehat manusia. Namun dia menyebut tidak banyak yang bisa dilakukan. “Dan kita tidak bisa apa-apa, kecuali doa,” kata dia.
Menurut Zulhas, eskalasi konflik itu berdampak pada krisisnya energi di berbagai belahan dunia termasuk Asia. Ia kemudian menyebut bahwa Filipina telah mengumumkan mereka memasuki masa darurat keterbatasan energi.
Serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke ibu kota Iran, Teheran, pada 28 Februari 2026 menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei dan ribuan masyarakat sipil. Serangan itu memicu balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.






