Tinjau Museum Perjuangan, Menbud Soroti Peran Yogyakarta dalam Sejarah RI

Jakarta

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Yogyakarta, Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon melakukan peninjauan ke Museum Perjuangan Yogyakarta. Museum ini merupakan salah satu museum bersejarah yang menyajikan perjalanan perjuangan bangsa Indonesia, mulai dari masa kebangkitan nasional hingga mempertahankan kemerdekaan, melalui koleksi artefak, diorama, dan penyajian pameran yang kini dikembangkan secara lebih imersif.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon melihat langsung revitalisasi pameran museum yang kini mengusung pendekatan imersif. Dirinya mengapresiasi dan menilai, narasi yang disajikan di museum ini telah dirancang lebih kontekstual dan komunikatif, sehingga mampu menjangkau pengunjung secara lebih luas.

“Di museum ini kita bisa menyaksikan perjalanan perjuangan bangsa, mulai dari lahirnya Budi Utomo hingga Proklamasi Kemerdekaan dan masa mempertahankan NKRI, yang kini disajikan secara imersif dan lebih mudah dipahami,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli Zon juga menyoroti peran penting Yogyakarta dalam sejarah nasional, termasuk saat menjadi ibu kota negara pada 1946 serta peristiwa agresi militer Belanda yang turut membentuk perjalanan bangsa. Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut tergambar kuat dalam narasi yang ditampilkan di museum.

Lebih lanjut, Fadli Zon menekankan bahwa keberadaan koleksi artefak, diorama, hingga relief karya maestro pematung Edhi Sunarso menjadi kekuatan utama museum ini dalam menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih hidup dan reflektif.

“Generasi muda perlu melihat langsung bagaimana sejarah perjuangan bangsa disajikan di sini, karena museum ini menghadirkan cerita yang lebih dekat dan mudah dicerna,” tambahnya.

Mengakhiri kunjungan, Fadli Zon berharap Museum Perjuangan Yogyakarta dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang aktif, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan refleksi sejarah yang relevan bagi masyarakat.

Dirinya menekankan pentingnya museum ini dalam membangun kesadaran sejarah, terutama bagi generasi muda, agar nilai-nilai perjuangan bangsa dapat terus diwariskan dan dipahami secara kontekstual di masa kini.

Adapun Museum Perjuangan Yogyakarta sendiri merupakan museum yang digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1958 dalam rangka memperingati 50 tahun Kebangkitan Nasional. Pembangunannya dimulai pada 1959 dan selesai pada 1961.

Secara arsitektural, bangunan museum juga memiliki bentuk yang unik dengan bangunan utama berbentuk lingkaran dan dilengkapi dengan 40 relief yang menggambarkan perjalanan sejarah perjuangan bangsa, mulai dari masa pergerakan nasional hingga kemerdekaan. Relief tersebut dibuat menggunakan bahan semen pasir oleh Edhi Sunarso, yang juga dikenal melalui karya-karya monumental di berbagai kota di Indonesia.

Disamping itu, museum ini juga menampilkan berbagai koleksi penting seperti memorabilia, patung tokoh bangsa, serta pameran tematik yang terus diperbarui mengikuti perkembangan kurasi museum modern. Saat ini, museum tersebut menjadi bagian dari pengelolaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kunjungan, di antaranya Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Manggar Sari Ayuati.

(akn/ega)

  • Related Posts

    DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Tarik TNI dari Lebanon

    Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas keberadaan Tentara Nasional Indonesia atau TNI dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di…

    2 Pria Mencurigakan Damankan Warga di Bogor, Ternyata Mau Transaksi Sabu

    Bogor – Warga di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, mengamankan dua orang pria mencurigakan. Keduanya ditangkap usai diduga hendak mengambil sabu yang ditempel. Kasatres Narkoba Polres Bogor AKP…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *